Menhaj RI Temui Keluarga Almarhumah dr Fitri di Baubau, Beri Santunan dan Bawa Salam dari Presiden

TOLANOSULTRA.COM, BAUBAU Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf bersama rombongan menyempatkan diri menemui keluarga almarhumah dr. Fitri Rezkiani di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (11/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membawa salam dari Presiden RI Prabowo Subianto serta menyerahkan santunan kepada keluarga almarhumah.

Kunjungan berlangsung di kediaman orang tua almarhumah yang berada di Lorong Shilet (Posdua), Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kaobula, Kecamatan Murhum, Kota Baubau. Suasana haru menyelimuti pertemuan ketika Menteri Haji berbincang langsung dengan keluarga yang masih berduka atas kepergian dokter Kloter 38 UPG tersebut.

Mochamad Irfan Yusuf mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan pemerintah kepada petugas haji yang gugur saat menjalankan tugas melayani jemaah Indonesia di Tanah Suci.

“Saya sengaja datang ke rumah keluarga almarhumah dr. Fitri Rezkiani. Pertama, karena beliau bertugas atas nama Kementerian Haji. Kedua, saya menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada keluarga almarhumah. Mari kita doakan semoga beliau yang gugur dalam menjalankan tugas mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Irfan Yusuf.

Baca Juga :  Gubernur ASR Sukses Dapatkan 10 Ribu Ha Sawah Baru

Menurutnya, pengabdian almarhumah menjadi teladan bagi seluruh petugas haji karena telah mendedikasikan tenaga dan ilmunya untuk melayani ribuan jemaah hingga akhir hayat.

Sebagai bentuk kepedulian negara, Menteri Haji memastikan seluruh hak almarhumah akan dipenuhi. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan santunan melalui sejumlah lembaga sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhumah.

“Ada santunan dari Taspen untuk hak-hak keluarga, kemudian dari bank, dan dari Kementerian Haji juga ada santunan. Tentu semua itu tidak akan sebanding dengan kehilangan yang dirasakan keluarga, tetapi ini merupakan bentuk perhatian negara kepada salah satu pejuang di Tanah Suci,” katanya.

Sementara itu, ayah almarhumah, Mahmud Arham (73), mengaku menerima kepergian putrinya dengan penuh keikhlasan. Meski kehilangan sosok anak yang dibanggakan, ia meyakini semua telah menjadi ketentuan Allah SWT.

Baca Juga :  Kemenhaj Beberkan Penyebab Kematian 2 Jemaah Haji Sultra: Sakit Natural

“Yang namanya kehilangan tentu berat. Tapi kita harus pasrah kepada Yang Maha Kuasa. Sudah menjadi ajalnya, kita hanya bisa menerima dengan ikhlas,” ucap Mahmud.

Mahmud mengenang putrinya sebagai dokter yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Sebelum menjadi petugas haji, dr. Fitri bertugas di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dan dikenal selalu mengutamakan pelayanan kepada pasien.

Ia mengaku, sejak awal telah mengingatkan putrinya bahwa menjadi petugas haji bukan pekerjaan ringan. Tingginya aktivitas dan tanggung jawab dalam melayani ribuan jemaah membutuhkan kondisi fisik yang prima.

“Saya sudah bilang sejak awal, pekerjaan itu sangat berat karena melayani banyak orang. Tapi dia tetap berangkat karena merasa itu bagian dari tugas kemanusiaan. Mau dokter, perawat, guru, atau profesi apa pun, kita tidak boleh mengabaikan orang lain. Memanusiakan manusia itu yang paling penting,” tuturnya.

Baca Juga :  Dr Muliddin Resmi Daftar Pilrek UHO, Andalkan Pengalaman Dua Dekade di Dunia Kampus

Mahmud juga mengungkapkan bahwa dirinya masih sempat berkomunikasi dengan sang putri selama bertugas di Arab Saudi. Namun, empat hari sebelum kabar duka diterima, komunikasi terputus karena dr. Fitri menjalani perawatan di rumah sakit.

“Empat hari terakhir sudah tidak bisa berkomunikasi. Kami mendapat kabar beliau sedang sakit dan dirawat. Kami hanya bisa berdoa sampai akhirnya menerima berita duka itu,” katanya.

Kunjungan Menteri Haji ke rumah keluarga almarhumah menjadi salah satu agenda utama dalam lawatan kerjanya di Kota Baubau. Selain menyampaikan empati dan dukungan kepada keluarga, kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa negara hadir memberikan penghormatan kepada petugas haji yang telah mengabdikan diri demi memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *