TOLANOSULTRA.COM, MAKASSAR – Sebanyak 392 jemaah haji Kloter 34 Embarkasi Makassar asal Sulawesi Tenggara (Sultra) tiba di Tanah Air pada Jumat (26/6/2026) dalam kondisi sehat usai menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Namun, di balik kabar baik tersebut, petugas mencatat persoalan lain yang cukup menyita perhatian, yakni kelebihan muatan barang bawaan para jemaah.
Rombongan Kloter 34 terdiri atas 155 jemaah asal Kota Kendari, 128 jemaah dari Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), 93 jemaah dari Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dan 10 jemaah asal Kabupaten Kolaka. Serta PHD 2 orang, dan petugas kloter 4 orang.
Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sultra, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Kendari, Sunardin mengatakan, seluruh jemaah tiba di Embarkasi Makassar dalam kondisi sehat berdasarkan laporan tim medis.
“Informasi dari dokter, semua jemaah tiba di tanah air dalam hal ini di Embarkasi Makassar dalam keadaan sehat. Insya Allah setelah ini kita akan proses kepulangan mereka ke Sulawesi Tenggara, kemungkinan besok, dan masing-masing panitia akan mengatur keberangkatannya,” kata Sunardin usai menerima jemaah di aula kedatangan Embarkasi Makassar.
Meski demikian, pihaknya mengingatkan para jemaah untuk tidak langsung beraktivitas secara berlebihan setelah tiba di Tanah Air. Menurutnya, kondisi fisik para jemaah masih membutuhkan waktu pemulihan setelah menjalani perjalanan panjang dan padat selama di Tanah Suci.
“Kami mengimbau para jemaah agar memanfaatkan waktu untuk beristirahat secara maksimal. Biasanya rasa lelah itu tidak langsung terasa di hari pertama, tetapi baru muncul pada hari ketiga dan seterusnya. Kadang-kadang juga diikuti gejala lain seperti flu dan batuk,” ujarnya.

Selain soal kesehatan, Sunardin juga menyoroti barang bawaan para jemaah yang dinilainya sudah melebihi kapasitas. Ia menyebut sebagian besar jemaah memanfaatkan kesempatan berbelanja selama di Arab Saudi hingga koper mereka penuh sesak.
“Saya lihat kopernya sudah muntah-muntah, bahkan ada yang sudah melahirkan di luar kandungan,” katanya berkelakar menggambarkan kondisi koper yang tidak lagi mampu menampung barang bawaan.
Menurut Sunardin, kondisi serupa juga terjadi pada kloter Kota Kendari sebelumnya. Bahkan, masih terdapat barang milik jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena keterbatasan kapasitas angkut pesawat.
“Jemaah Kota Kendari yang sudah tiba di Sultra sebelumnya masih ada barangnya yang tertinggal sekitar setengah truk. Tidak bisa dimuat di pesawat karena over load, sehingga kami harus memikirkan pengirimannya melalui jasa ekspedisi,” jelasnya.
Karena itu, ia mengimbau para jemaah agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan.
“Kami tetap memberi ruang kepada jemaah untuk membeli oleh-oleh. Bukan berarti tidak boleh belanja sama sekali, tetapi belanjalah secara wajar dan seperlunya saja,” pungkas Sunardin.
Laporan: Ismu
