Komunitas Abu Langit Tambal Lubang Jalan di Kendari Pakai Dana Pribadi, Sudah Terlaksana di 4 Kelurahan

Komunitas Abu Langit turun langsung memperbaiki jalan rusak di Kota Kendari menggunakan dana pribadi. (Istimewa)

TOLANOSULTRA. COM, KENDARI – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan mendorong komunitas Abu Langit turun langsung memperbaiki jalan rusak di Kota Kendari.

Tanpa menunggu anggaran pemerintah, mereka mengandalkan dana pribadi untuk menambal puluhan titik jalan berlubang yang ada di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hingga kini, aksi tersebut telah menjangkau 4 Kelurahan, yaitu Watu-watu, Mokoau, Kambu, dan Kadia. Di lokasi-lokasi itu, lubang jalan yang sebelumnya membahayakan kini mulai tertutup dan lebih aman dilalui masyarakat.

Leader komunitas, Harun Andi mengungkapkan, gerakan itu bukan muncul secara tiba-tiba. Ide perbaikan jalan sudah lama ada, namun sempat tertunda karena keterbatasan metode dan sumber daya.

“Kami sudah lama punya gagasan ini, tapi dulu masih mencari cara yang tepat. Pernah terpikir pakai semen, tapi butuh waktu kering. Lalu sempat juga berpikir pakai limbah plastik, tapi terkendala teknologi,” ujarnya.

Baca Juga :  Fenomena Hujan Es di Konawe, Ini Penjelasan BMKG

Titik terang baru muncul pada akhir Maret lalu, saat komunitas itu bertemu dengan sejumlah pihak yang memiliki keahlian teknis. Dari hasil diskusi, mereka sepakat menggunakan aspal sebagai solusi yang lebih efektif dan cepat diterapkan di lapangan.

Untuk merealisasikan aksi tersebut, para anggota komunitas yang berjumlah 5 orang itu bahkan rela merogoh kocek pribadi. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan, mulai dari mesin stamper hingga alat keselamatan kerja.

“Kami patungan dari tabungan pribadi. Kami ingin pekerjaan ini dilakukan dengan baik dan tetap memperhatikan keamanan,” jelas Harun.

Baca Juga :  Digrebek Istri Sah di Homestay Kendari Bersama Pelakor, Iptu AK Diperiksa Bidpropam Polda Sultra

Aksi komunitas itu diabadikan dalam postingan tiktok @abulangitofficial. Hingga kini, mereka telah menambal sedikitnya 33 titik jalan berlubang di berbagai kawasan strategis. Di antaranya berada di jalur By Pass, sekitar SD 08 Kendari, Jalan Wayong, hingga Jalan Terong. Total aspal yang digunakan pun mencapai hampir dua ton.

Aksi itu dilakukan secara gratis dan turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk pengusaha aspal, H. Ishak yang menyumbangkan 1 ton aspal. Sebelum melakukan penambalan, tim terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan mengumpulkan laporan masyarakat untuk menentukan lokasi prioritas.

Menurut Harun, langkah itu dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kecelakaan akibat jalan rusak. Ia menilai, selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Baca Juga :  Waspada! BMKG Prediksi Hujan Meluas di Sultra

“Kami melihat banyak kejadian kecelakaan karena jalan berlubang. Dari situ kami tergerak. Kita tidak bisa hanya menunggu, kita juga harus hadir,” tegasnya.

Ke depan, komunitas Abu Langit Official berkomitmen untuk terus melanjutkan aksi itu dengan menyasar titik-titik lain yang dinilai berbahaya, termasuk kawasan Jalan Panglima Polim.

Harun berharap, gerakan itu bisa menginspirasi masyarakat luas untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong.

“Kalau semua ikut peduli, masalah seperti ini bisa lebih cepat teratasi. Kami hanya memulai,” pungkasnya.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *