Daerah  

Gubernur Sidak Dapur Gizi di Mubar, Temukan Tempat Makan Tak Layak hingga Buah Busuk

Sidak Dapur Gizi di Mubar
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) melakukan inspeksi mendadak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tiworo Tengah pada Sabtu (14/3/2026).

TOLANOSULTRA.COM, MUBAR – Komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat diuji saat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) melakukan inspeksi mendadak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tiworo Tengah pada Sabtu (14/3/2026).

Kunjungan tanpa pemberitahuan itu membuka sejumlah temuan yang cukup mengejutkan. Di lokasi yang seharusnya menjadi pusat penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, gubernur justru menemukan fasilitas dan bahan pangan yang belum memenuhi standar kebersihan maupun kualitas.

Salah satu perhatian utama gubernur tertuju pada peralatan makan yang digunakan untuk penyajian makanan. Dari hasil peninjauan, wadah makan yang tersedia dinilai tidak layak digunakan karena tidak memenuhi standar higienitas.

Baca Juga :  Gubernur ASR Beri Bonus 7 Guru yang Suarakan Hak Tunjangan dan Gaji ke-13, Masing-Masing Rp5 Juta

“Peralatan untuk menyajikan makanan harus benar-benar memenuhi standar kebersihan. Jika kondisinya tidak higienis, tentu tidak layak dipakai,” tegas ASR.

Pemeriksaan kemudian berlanjut ke area penyimpanan bahan makanan. Di sana, gubernur mengecek kulkas yang digunakan untuk menjaga kesegaran bahan pangan.

Namun perangkat tersebut ternyata tidak berfungsi secara optimal. Suhu penyimpanan yang tidak cukup dingin membuat bahan makanan berisiko cepat rusak.

Dampaknya langsung terlihat. Dalam kulkas tersebut, gubernur menemukan buah yang sudah membusuk akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar.

Baca Juga :  Nikah di KUA Mulai Jadi Tren di Sultra Tahun 2025, Terbanyak di Desember

“Kalau suhu penyimpanan tidak dingin, bahan makanan akan cepat rusak. Ini tentu berpengaruh pada kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Temuan lain yang tak kalah disorot adalah jenis beras yang digunakan untuk memasak. Berdasarkan petunjuk teknis program, bahan baku yang digunakan seharusnya beras premium.

Namun di dapur SPPG tersebut, ditemukan beras curah dengan kualitas di bawah ketentuan.

Gubernur pun meminta agar penggunaan bahan pangan segera disesuaikan dengan standar yang berlaku.

Baca Juga :  Warga Kendari Serbu Pasar Murah Ramadan Sultra Fest di Pelataran MTQ

“Sesuai juknis, beras yang digunakan harus beras premium, bukan beras curah. Ini harus diganti agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga,” tegasnya.

Inspeksi itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja gubernur dalam agenda Safari Ramadan di wilayah Muna Raya. Sebelumnya, ia juga melakukan peninjauan serupa di SPPG Lohia, Kabupaten Muna.

Melalui sidak tersebut, pemerintah provinsi ingin memastikan program pemenuhan gizi benar-benar berjalan sesuai standar. Bukan hanya tersedia, tetapi juga aman, bersih, dan berkualitas bagi masyarakat yang menerimanya.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *