TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pergantian kepemimpinan di Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bukan sekedar agenda seremonial. Hal itu menjadi penanda transisi penting di salah satu organisasi perangkat daerah dengan beban kerja besar.
Pahri Yamsul resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Dinas SDA dan Bina Marga setelah mendapat amanah baru sebagai Asisten I Pemprov Sultra. Posisi yang ditinggalkan sementara diisi oleh Panja Widhia Justianus Tolla sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas.
Dalam kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) yang dilakukan pada Selasa (27/1/2026), Pahri Yamsul menyoroti besarnya tanggung jawab yang diemban dinas tersebut. Ia mengingatkan bahwa Dinas SDA dan Bina Marga kini telah berkembang dengan jumlah pegawai yang melonjak signifikan.
“Dulu pegawai hanya sekitar 200 orang, sekarang sudah lebih dari 600. Ini potensi besar, tapi juga tantangan besar jika tidak dikelola secara solid dan profesional,” kata Pahri.
Ia menekankan pentingnya kecepatan dan responsivitas kerja, selaras dengan arahan Gubernur Sultra, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur daerah.
Meski tidak lagi memimpin langsung, Pahri memastikan dirinya tetap terbuka untuk berdiskusi dan berkoordinasi demi kepentingan Sultra.
“Saya mungkin berpindah tugas, tapi komitmen untuk daerah ini tidak pernah pindah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Panja Widhia Justianus Tolla, menyebut momen sertijab itu sebagai bagian dari perjalanan panjang yang sarat nilai pembelajaran.
Ia mengungkapkan rasa hormatnya kepada Pahri Yamsul yang dianggap sebagai figur mentor dalam kariernya.
“Beliau bukan hanya pimpinan, tapi panutan. Banyak nilai profesionalisme dan etos kerja yang kami pelajari dari Pak Pahri,” tutur Widhia.
Menghadapi tugas barunya, Widhia menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan program serta melanjutkan semangat kerja yang telah dibangun sebelumnya, tanpa melupakan peran para senior.
Laporan: Tim Redaksi
