Daerah  

Serapan Beras 2025 Tembus 100 Ribu Ton, Bulog Sultra Target 119 Ribu Ton di 2026

Benhur Ngkaimi
Benhur Ngkaimi

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menorehkan capaian bersejarah sepanjang tahun 2025. Untuk pertama kalinya, penyerapan pengadaan setara beras di wilayah ini menembus angka fantastis, mendekati 100 ribu ton.

Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, menyebut capaian tersebut sebagai rekor tertinggi yang pernah dicatat Bulog Sultra sejak berdiri. Ia menegaskan bahwa pencapaian itu sejalan dengan rekor nasional yang sebelumnya disampaikan Menteri Pertanian.

“Ini bukan hanya rekor nasional, tapi juga rekor sepanjang sejarah untuk Sultra,” kata Benhur saat ditemui di Kantor Bulog Sultra, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  BMBPSDM Tekankan Penguatan 5K Guru PAI Sultra

Memasuki tahun 2026, Bulog Sultra kembali dibebani target besar. Total pengadaan setara beras yang harus diserap mencapai 119 ribu ton. Meski target Januari 2026 terbilang kecil, hanya 100 ton, realisasinya justru melesat tajam.

“Hingga sekarang sudah mencapai sekitar 1.200 ton. Artinya, sejak awal tahun kita sudah jauh melampaui target,” ujarnya optimistis.

Menurut Benhur, target penyerapan tersebut disusun berdasarkan data panen dari Kementerian Pertanian. Ia berharap capaian awal tahun ini menjadi sinyal positif bagi kinerja Bulog Sultra sepanjang 2026.

Baca Juga :  Lansia di Buton yang Hilang di Kebun Ditemukan Selamat

Tak hanya dari sisi pengadaan, kondisi stok beras di Sultra juga disebut masih aman. Saat ini, Bulog Sultra menguasai cadangan sekitar 76 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang, termasuk di wilayah kepulauan seperti Wakatobi, Kabaena, dan Ereke.

“Pengisian gudang di daerah kepulauan kami lakukan lebih awal, karena biasanya cuaca kurang bersahabat pada Juni hingga Agustus,” jelas Benhur.

Meski demikian, Bulog Sultra masih menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas gudang. Saat ini, daya tampung maksimal hanya sekitar 30 ribu ton, sementara kebutuhan ideal mencapai 100 ribu ton. Artinya, masih dibutuhkan tambahan kapasitas sekitar 70 ribu ton.

Baca Juga :  Ikuti Instruksi Pusat, Kanwil Kemenhaj Sultra Imbau Jemaah Tunda Umrah

Kendala tersebut sedikit terurai berkat kebijakan pemerintah pusat yang mengizinkan Bulog Sultra menyalurkan sebagian stok beras ke daerah lain di Indonesia, sehingga distribusi tetap berjalan tanpa membebani gudang.

Dengan capaian rekor dan stok yang terjaga, Bulog Sultra optimistis dapat terus mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga hasil panen petani terserap optimal.

Laporan: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *