TOLANOSULTRA.COM, BUSEL – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal GT 21 yang mengalami mati mesin di perairan utara Pulau Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan (Busel) berakhir dengan kabar menggembirakan.
Delapan penumpang kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal mereka mendapat bantuan dari nelayan setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin mengatakan, informasi keberhasilan evakuasi diterima dari pemilik kapal pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 19.09 Wita.
Menurut laporan tersebut, kapal yang sebelumnya terombang-ambing akibat mengalami kerusakan mesin berhasil ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari. Seluruh penumpang atau person on board (POB) dipastikan selamat tanpa adanya korban jiwa.
“Pemilik kapal melaporkan bahwa kapal telah berhasil ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari bersama delapan orang di dalamnya dalam keadaan selamat,” ujar Amiruddin.
Adapun delapan penumpang kapal yang berhasil diselamatkan masing-masing adalah Rahman (59) selaku nakhoda, Bahar (35), Pace (19), Adi (21), Dili (33), Tompal (37), Rahim (30), dan Amang (19).
Dengan selamatnya seluruh penumpang, Basarnas Kendari menyatakan operasi SAR resmi ditutup. Tim SAR yang sebelumnya telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian tidak lagi melanjutkan proses evakuasi karena para korban sudah berada di tempat yang aman.
Sebelumnya, kapal bernama Pa’gae berangkat dari Pulau Siompu menuju Wanci pada Sabtu sekitar pukul 05.30 Wita dengan membawa delapan orang. Namun, sekitar pukul 09.00 Wita, kapal mengalami mati mesin di tengah pelayaran.
Awak kapal sempat berupaya memperbaiki kerusakan mesin, tetapi tidak berhasil sehingga mereka meminta bantuan untuk dievakuasi.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Kendari mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Baubau menggunakan Rescue Boat (RB) 210. Operasi juga melibatkan Kepala Desa Bahari, pemilik kapal, serta nelayan setempat yang akhirnya berhasil menarik kapal menuju daratan.
Laporan: Ismu
