TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Tradisi prestasi SMA Negeri 1 Kendari di panggung musikalisasi puisi kembali berlanjut. Setelah konsisten menembus tiga besar sejak 2020 hingga 2024, sekolah tersebut kembali mencatatkan namanya di tingkat nasional dengan meraih juara II Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2026.
Prestasi itu diraih tim musikalisasi puisi SMAN 1 Kendari dalam kompetisi yang berlangsung di Jakarta pada 22–25 September 2026. Enam siswa membawa karya sastra ke atas panggung dengan perpaduan vokal dan musik yang dipersiapkan melalui latihan intensif.
Vokalis utama, Kristina Honey Kondong mengatakan, raihan tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh anggota tim. Baginya, capaian nasional tersebut membuktikan bahwa prestasi siswa dapat lahir dari berbagai bidang, tidak hanya dari ruang akademik.
Namun, mempertahankan tradisi podium bukan perkara mudah. Tim harus menjalani proses latihan sekitar dua bulan, dimulai dari seleksi tingkat provinsi hingga berhasil masuk sebagai salah satu dari 10 finalis nasional.
Latihan dilakukan dengan pola yang terstruktur. Para anggota memulai sesi dengan latihan musik selama satu jam, kemudian beristirahat sekitar 30 menit sebelum masuk ke latihan vokal. Setelah itu, seluruh anggota kembali berlatih bersama untuk menyatukan permainan instrumen dengan vokal.
Setiap kesalahan menjadi bahan evaluasi. Bagian yang belum sesuai harus diulang hingga seluruh unsur pertunjukan dapat berjalan sesuai konsep. Untuk menjaga fokus, penggunaan telepon seluler dan laptop juga ditiadakan selama latihan.
Tidak hanya soal teknik, tantangan terbesar mereka adalah menerjemahkan makna puisi ke dalam musik. Puisi yang sama dapat memiliki interpretasi berbeda ketika dibawakan oleh tim dari daerah yang berbeda.
Karena itu, SMAN 1 Kendari harus menemukan karakter tersendiri agar penampilan mereka memiliki kekuatan di hadapan juri.
Dua karya dipersiapkan untuk kompetisi tersebut. “Anak Laut” karya Asrul Sani menjadi puisi wajib, sedangkan “Keterampilan Membaca Laut” karya Amma Achmad dipilih sebagai puisi pilihan.
“Anak Laut” mengangkat kisah tentang impian menjelajah dunia yang kemudian berhadapan dengan kerinduan terhadap kampung halaman. Sementara “Keterampilan Membaca Laut” membawa cerita tentang kehilangan dan rencana kehidupan bersama seseorang yang akhirnya tidak dapat diwujudkan.
Bagi Kristina, memahami isi puisi menjadi bagian penting sebelum menyampaikannya melalui vokal. Setiap bait harus dihayati agar emosi dan pesan yang terkandung di dalamnya dapat sampai kepada penonton maupun juri.
Persiapan tersebut juga berlangsung di tengah kesibukan siswa. Mereka harus membagi waktu antara kegiatan belajar, organisasi dan latihan. Karena itu, kedisiplinan menjadi bagian penting agar seluruh proses dapat berjalan tanpa mengganggu tanggung jawab sebagai pelajar.

Pembina Musikalisasi Puisi SMAN 1 Kendari, Sri Maharani, mengatakan proses panjang tersebut tidak hanya bertujuan mematangkan kemampuan bermusik dan vokal. Latihan juga diarahkan untuk membangun kekompakan enam siswa yang memiliki karakter berbeda.
Menurut Sri Maharani, perbedaan karakter menjadi tantangan tersendiri. Setiap siswa memiliki kemampuan dan cara berproses masing-masing sehingga pembina bersama pelatih Kaiman harus bekerja ekstra untuk menyatukan mereka menjadi sebuah tim.
Komunikasi, kedisiplinan dan kerja sama kemudian menjadi kunci dalam proses tersebut. Perlahan, perbedaan karakter dapat dipadukan hingga menghasilkan tim yang mampu tampil solid di tingkat nasional.
Bagi Sri Maharani, juara II yang diraih tahun ini menjadi bukti bahwa konsistensi prestasi tidak lahir secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari latihan, membangun kekompakan hingga mengatasi berbagai perbedaan di dalam tim.
“Capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani bersama. Perbedaan karakter di dalam tim dapat disatukan melalui latihan, komunikasi dan kerja sama yang konsisten,” ujarnya.
Tim musikalisasi puisi SMAN 1 Kendari diperkuat Kristina Honey Kondong (Kelas XII.A1) sebagai vokalis utama, Jovita Klaudia Irene (XI.A2) sebagai pemain biola, strings keyboard dan backing vokal, Clarissa Michelle P. (XII.G3) sebagai vokalis dan backing vokal, Elgracio Indra Sanda Langi (XII.B1) sebagai pemain perkusi, serta Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring Brahmana XII.A1 sebagai pemain piano.(*)
Laporan: Ismu
