TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Paskibra SMAN 1 Kendari berhasil membawa nama Sulawesi Tenggara (Sultra) ke podium nasional setelah meraih juara II Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB PB) yang digelar di Gedung MPR RI pada 6 September 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah pasukan Paskibra SMAN 1 Kendari bersaing dengan peserta dari 30 provinsi di Indonesia. Bagi tim, capaian tersebut menjadi hasil dari latihan panjang yang dilakukan sejak mengikuti kompetisi di tingkat provinsi.
Salah seorang anggota Paskibra SMAN 1 Kendari, Aditia Pratama mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka dapat bersaing dengan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara II tingkat nasional. Lomba tersebut diikuti peserta dari 30 provinsi di Indonesia,” kata Aditia.

Dalam kompetisi tersebut, SMAN 1 Kendari mengerahkan 16 orang. Sebanyak 14 orang merupakan bagian dari pasukan, termasuk satu orang cadangan, sedangkan 2 lainnya terdiri dari pembina dan pelatih.
Aditia menjelaskan, penilaian dalam LKBB PB mencakup sejumlah aspek, mulai dari kekompakan, keterampilan dan ketepatan gerakan pasukan hingga pelaksanaan pengibaran bendera.
Perjalanan menuju tingkat nasional juga tidak datang secara instan. Sebelum berlaga di MPR RI, Paskibra SMAN 1 Kendari terlebih dahulu meraih juara I tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil tersebut mengantarkan mereka menjadi wakil Sultra di kompetisi nasional.
Pembina Paskibra SMAN 1 Kendari, Nurhaena mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terlebih, anak didiknya harus bersaing dengan peserta dari 30 provinsi.
“Pencapaian ini memang tidak semudah yang dibayangkan. Anak-anak harus menjalani latihan secara intensif, mulai pagi, siang, sore sampai malam,” ujar Nurhaena.

Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) UHO itu mengatakan, tantangan terbesar adalah membagi waktu antara kewajiban belajar dengan latihan. Para siswa tetap harus mengikuti pembelajaran di sekolah sebelum melanjutkan latihan hingga malam hari.
Persiapan juga dilakukan di luar lingkungan sekolah. Tim berlatih di kawasan MTQ dan Kantor Wali Kota Kendari karena tiang bendera di sekolah tidak mencapai ketinggian 17 meter seperti yang digunakan dalam perlombaan nasional.
“Kami menggunakan dua lokasi untuk latihan. Di MTQ untuk menyesuaikan kemampuan pasukan dengan kondisi tiang bendera yang lebih tinggi, sedangkan di Kantor Wali Kota untuk menyesuaikan gerakan dan formasi, khususnya posisi bundaran tiang bendera agar mendekati kondisi yang ada di MPR RI,” jelasnya.
LKBB PB yang digelar di MPR RI tersebut merupakan penyelenggaraan perdana. Bagi Paskibra SMAN 1 Kendari, juara II nasional menjadi modal untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
Nurhaena berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat. Menurutnya, mempertahankan prestasi membutuhkan perjuangan, kerja keras, latihan dan konsistensi.
“Harapan kami, SMA Negeri 1 harus terus mempertahankan apa yang telah ada. Itu tidak mudah, harus dengan perjuangan dan kerja keras,” pungkasnya.(**)
Laporan: Ismu
