TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Menjelang ramadan dan Idulfitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat mengamankan pasokan pangan di delapan kabupaten/kota.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia selama periode permintaan tinggi.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi menegaskan bahwa koordinasi lintas daerah menjadi kunci utama dalam mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pangan strategis.
“Peningkatan konsumsi saat hari besar keagamaan harus diimbangi dengan distribusi yang lancar dan ketersediaan stok yang memadai,” ungkapnya.
Sepanjang Februari, BI Sultra memfasilitasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah. Program itu melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra serta TPID Kabupaten Buton Selatan, Buton Utara, Buton, Muna, Wakatobi, Kolaka, dan Kota Kendari.
Melalui GPM, pemerintah daerah menyediakan berbagai komoditas penting dengan harga terjangkau guna menekan lonjakan harga di pasar. Upaya tersebut juga diperkuat dengan fasilitasi distribusi pangan antarwilayah agar pasokan tetap merata dan tidak terjadi kekosongan di titik-titik tertentu.
Selain intervensi langsung melalui pasar murah, BI Sultra mendorong optimalisasi Kios Pangan di Kota Kendari bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Skema itu diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi serta meningkatkan efisiensi pasokan dari produsen ke konsumen.
Sinergi antara BI, TPID, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Dengan penguatan koordinasi dan langkah konkret di lapangan, stabilitas harga pangan di Sultra diharapkan tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus selama ramadan dan Idulfitri.
Penulis: Tim Redaksi
