TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Memasuki tahun pelajaran 2026/2027, SMAN 1 Kendari menjadi salah satu dari 100 sekolah di Indonesia yang menerima bantuan sarana laboratorium IPA senilai Rp100 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Tak hanya itu, SMAN 1 Kendari juga menjadi satu dari tiga sekolah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berhasil lolos seleksi nasional untuk memperoleh bantuan tersebut. Fasilitas itu akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang kini menjadi salah satu program prioritas Kemendikdasmen.
Kepala SMAN 1 Kendari, Ruslan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap sekolah yang dinilai siap mengembangkan pembelajaran berbasis inovasi dan praktik ilmiah.
“Alhamdulillah, SMAN 1 Kendari dipercaya menjadi salah satu penerima bantuan laboratorium IPA dari Kemendikdasmen. Dari seluruh Indonesia hanya ada 100 sekolah yang menerima bantuan ini, dan di Sulawesi Tenggara hanya tiga sekolah yang berhasil lolos,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Kendari pada Rabu (1/7/2026).
Ruslan menjelaskan, bantuan tersebut akan melengkapi sarana laboratorium fisika, kimia, dan biologi yang telah dimiliki sekolah. Selain itu, sekolah juga akan mengembangkan laboratorium pendukung pembelajaran STEM sebagai bagian dari implementasi pembelajaran mendalam (deep learning).
Menurutnya, praktik pembelajaran STEM tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi melalui kegiatan praktikum.
“Selain laboratorium fisika, kimia, dan biologi, kami juga akan mengembangkan praktikum STEM. Ini menjadi salah satu kewajiban sekolah model untuk menjadi contoh dalam penerapan pembelajaran berbasis STEM,” jelasnya.
Ruslan mengungkapkan, kesiapan SMAN 1 Kendari menerapkan program tersebut tidak lepas dari peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Sejak tahun lalu, sejumlah guru sekolah telah mengikuti pelatihan STEM yang diselenggarakan Kemendikdasmen. Bekal tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan bantuan laboratorium.
“Guru-guru kami sudah mendapatkan pelatihan STEM maupun pelatihan pemanfaatan laboratorium IPA. Karena itu kami optimistis program ini dapat berjalan maksimal pada tahun pelajaran baru,” kata Ruslan.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diperoleh melalui proses seleksi proposal yang dilakukan secara nasional. Seluruh sekolah diberi kesempatan mengajukan usulan, namun hanya sekolah yang memenuhi berbagai indikator kelayakan yang ditetapkan Kemendikdasmen yang berhasil lolos.
Menurutnya, status sebagai sekolah model memang menjadi salah satu nilai tambah, tetapi bukan satu-satunya penentu. Kualitas proposal, kesiapan sekolah, serta komitmen dalam mengembangkan pembelajaran menjadi faktor penting dalam proses penilaian.
Dengan hadirnya fasilitas laboratorium baru, SMAN 1 Kendari berharap mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan berbasis praktik. Sekolah juga optimistis program tersebut akan semakin meningkatkan minat calon peserta didik untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Kendari.
Laporan: Ismu
