Siswa MAN 1 Kendari Sabet Dua Emas di Kejurprov Hapkido Sultra

Siswa MAN 1 Kendari Fadlan Khairul Azzam meraih dua emas pada Kejurprov Hapkido Sultra di nomor Junior Putra Under 67 Kg dan Hyung. (Ismu/Tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari. Fadlan Khairul Azzam Azhar MR, siswa kelas XI-11 berhasil membawa pulang dua medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Hapkido Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam kejuaraan yang digelar di Aula Dinas Kehutanan Sultra pada 12–13 September 2026 tersebut, Fadlan tampil sebagai juara pertama Junior Putra Under 67 kilogram dan juara pertama Junior Putra Hyung.

Perjalanan menuju podium tidak diraih secara instan. Sebelum bertanding, Fadlan meningkatkan persiapannya dengan latihan rutin, jogging, menjaga pola makan serta mengatur waktu istirahat. Ia bahkan membiasakan diri tidur lebih awal untuk memastikan kondisi fisiknya tetap prima.

Sejak awal mengikuti Kejurprov, Fadlan memang memasang target untuk menjadi juara. Target tersebut kemudian terwujud setelah ia melewati rangkaian pertandingan hingga menghadapi perwakilan Buton Tengah (Buteng) pada partai final.

Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo mengapresiasi, pencapaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, prestasi Fadlan menjadi bukti bahwa kesungguhan berlatih dapat menghasilkan capaian positif ketika mendapat dukungan yang tepat.

Baca Juga :  STIE 66 Kendari Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru hingga 14 Agustus, 1.120 Kuota Tersedia

“Dukungan juga datang dari pihak madrasah. Fadlan diberikan kesempatan pulang lebih awal ketika harus mengikuti latihan. Kebijakan tersebut diberikan dengan tetap mempertimbangkan kewajibannya sebagai pelajar agar kegiatan olahraga tidak mengganggu pendidikan di sekolah,” ungkapnya saat ditemui di kantornya pada Selasa (22/9/2026).

La Tangkalalo.

Bagi La Tangkalalo, prestasi siswa tidak hanya diukur dari nilai akademik. Capaian di bidang olahraga dan bidang nonakademik lainnya juga perlu mendapatkan perhatian karena dapat menjadi bagian dari proses pengembangan potensi siswa.

Kata dia, Madrasah memiliki komitmen memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi melalui uang pembinaan, piagam penghargaan maupun bentuk penghargaan lainnya. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Madrasah Indonesia mendapat uang pembinaan Rp1 juta, sedangkan peraih medali perak memperoleh Rp500 ribu.

“Untuk siswa Hapkido ini, insyaallah sekolah juga akan memberikan apresiasi atas prestasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Murid MAN 1 Kendari Juara FLS3N Sultra, Siap Bawa Nama Daerah ke Nasional

La Tangkalalo juga menilai Fadlan memiliki karakter yang mendukung pencapaiannya. Di lingkungan sekolah, Fadlan dikenal sebagai siswa yang santun, rajin dan tekun.

Menurutnya, prestasi akademik dan nonakademik semestinya tidak dipertentangkan. Keduanya perlu berjalan beriringan agar siswa memiliki bekal yang lebih lengkap untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja maupun mengejar bidang pengabdian yang dicita-citakan.

Fadlan sendiri mengenal Hapkido sejak Juli 2025. Sebelumnya, ia sempat menekuni olahraga bela diri kempo. Setelah mengenal Hapkido, ia tertarik karena menemukan sejumlah gerakan yang menurutnya memiliki kemiripan dengan taekwondo dan judo, terutama pada teknik bela diri dan bantingan.

Ketertarikan itu awalnya muncul karena dorongan orang tua. Namun, setelah rutin mengikuti latihan, Fadlan justru semakin menyukai olahraga tersebut dan memilih untuk terus menekuninya.

“Saya merasa senang dan bahagia setelah berhasil meraih juara,” ungkap Fadlan.

Fadlan Khairul Azzam Azhar MR.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan, Fadlan menjalani latihan secara rutin di tempat latihan yang berada di kawasan Apriani. Intensitas latihan dilakukan secara serius karena Hapkido memiliki beragam teknik yang membutuhkan kekuatan fisik sekaligus ketepatan gerakan.

Baca Juga :  Tunaikan Haji, Prof Azhar Bafadal Tetap Pastikan Namanya Masuk Bursa Pilrek UHO 2026

Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagi Fadlan untuk terus meningkatkan kemampuan. Dukungan orang tua menjadi salah satu alasan utama dirinya ingin memberikan hasil terbaik dalam setiap pertandingan.

Di luar arena pertandingan, Fadlan menyimpan cita-cita yang lebih besar. Ia ingin menjadi seorang tentara. Karena itu, ia bertekad mempertahankan kedisiplinan, menjaga kondisi fisik dan terus mengembangkan kemampuannya.

Ke depan, Fadlan sebenarnya dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan Hapkido tingkat nasional di Lampung pada Oktober 2026. Namun, berdasarkan informasi terakhir, agenda tersebut mengalami penundaan sehingga keberangkatannya masih menunggu jadwal terbaru.

Bagi Fadlan, latihan dan prestasi di arena bela diri bukan sekadar mengejar medali. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses membangun disiplin dan ketekunan yang ingin ia bawa dalam perjalanan meraih cita-citanya.(**)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *