TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menunjukkan hasil positif.
Melalui kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sultra 2026, sebanyak 369 masyarakat mengikuti misi QRIS Experience yang memperkenalkan tujuh fitur transaksi digital berbasis QRIS.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program strategis Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 tersebut mengusung tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”.
Program ini tidak hanya mengajak masyarakat mengenal pembayaran digital, tetapi juga memberikan pengalaman langsung menggunakan berbagai fitur QRIS dalam aktivitas sehari-hari.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan mudah.
Pelaksanaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia digelar di tiga daerah, yakni Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna. Para peserta menjalankan berbagai misi yang dirancang untuk memperluas literasi digital, mulai dari edukasi QRIS, kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, edukasi Perlindungan Konsumen (PeKA), hingga promosi UMKM dan kuliner khas Sultra.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan itu cukup tinggi. Dari 227 orang yang mendaftar saat proses seleksi pada 25–30 Juni 2026, Bank Indonesia menetapkan delapan tim yang terdiri atas 24 peserta dan delapan fasilitator untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selain memperkenalkan berbagai fitur QRIS, peserta juga berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM di setiap daerah tujuan. Aktivitas tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai.
Tidak hanya itu, misi lain dalam kegiatan ini juga mencatat hasil menggembirakan. Edukasi transportasi online berhasil menjangkau 270 orang, sedangkan kampanye CBP Rupiah dan Perlindungan Konsumen (PeKA) menyasar 1.541 masyarakat.
Di ranah digital, kampanye edukasi yang dilakukan para peserta turut menghasilkan capaian signifikan. Konten yang dipublikasikan membukukan 652.974 engagement dengan jangkauan mencapai 23.834 pengguna, dan jumlah tersebut diproyeksikan masih terus bertambah.(*)
Laporan: Ismu
