Pertemuan Hangat Tiga Pemimpin, Isyarat Penguatan Kolaborasi untuk Sultra

Gubernur Sultra ASR bertemu Menteri Haji dan Menteri Kebudayaan di Baubau. Pertemuan hangat ini membuka peluang kolaborasi bagi Sultra. (Ismu/tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, BAUBAU Suasana hangat mewarnai pertemuan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) bersama Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf serta Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon di salah satu hotel di Kota Baubau pada Minggu (12/7/2026).

Meski berlangsung santai saat sarapan pagi, pertemuan tiga tokoh tersebut memancarkan sinyal kuat tentang terbukanya ruang kolaborasi untuk mendorong pembangunan Sultra dari berbagai sektor.

Ketiganya tampak berbincang akrab sebelum melanjutkan agenda masing-masing di Baubau. Pertemuan itu menjadi momentum langka yang mempertemukan dua menteri dengan Gubernur Sultra dalam waktu bersamaan di tengah rangkaian kunjungan kerja yang berbeda.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon datang untuk meninjau Museum Sultra di Kota Kendari bersama Gubernur ASR pada Sabtu (11/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, perhatian pemerintah pusat tertuju pada kekayaan warisan budaya Sultra, khususnya temuan lukisan purba di Kabupaten Muna.

Baca Juga :  Setelah Same Hotel, Pemprov Sultra Bakal Periksa Ulang Kerja Sama Aset Lippo Plaza

Lukisan cadas yang berada di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia itu diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun dan kini diakui sebagai salah satu lukisan purba tertua di dunia. Temuan tersebut dinilai memperkuat posisi Sultra sebagai wilayah yang menyimpan jejak penting peradaban manusia.

Usai dari Kendari, Fadli Zon bersama Gubernur ASR melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Muna untuk membuka Festival Liangkabori IV Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan juga memperkenalkan situs lukisan cadas Liang Metanduno yang telah mendapat pengakuan sebagai lukisan tertua di dunia.

Baca Juga :  Konflik Yayasan Unsultra Memanas, Pemprov Sultra Kirim Undangan Mediasi Kedua untuk Nur Alam
Momen itu menjadi simbol eratnya komunikasi antara pemerintah pusat dan Pemprov Sultra dalam membangun sinergi lintas sektor. (Ismu/tolanosultra.com)

Tak hanya itu, Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmennya mendukung pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata sejarah yang terintegrasi dengan penguatan ekosistem kebudayaan di Sultra. Pemerintah juga berencana menetapkan kawasan Gua Liangkabori sebagai cagar budaya nasional.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf tiba di Sultra dengan agenda berbeda yang berpusat di Kota Baubau pada Sabtu (11/7/2026). Kunjungan diawali dengan mendatangi rumah duka keluarga almarhumah dr. Fitri Rezkiani sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian tenaga kesehatan tersebut yang wafat saat menjalankan tugas pelayanan ibadah haji di Arab Saudi.

Setelah itu, Menteri Haji meninjau PT Buton Indo Tuna di Kelurahan Sulaa. Perusahaan pengolahan hasil perikanan tersebut dinilai memiliki peluang besar menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji.

Baca Juga :  Ekspor Perdana 15 Ton Ubur-Ubur Senilai Rp300 Juta Dilepas dari Baubau ke Tiongkok

Di sela padatnya agenda tersebut, ketiga pemimpin itu menyempatkan diri bertemu dalam suasana santai di meja sarapan. Momen itu menjadi simbol eratnya komunikasi antara pemerintah pusat dan Pemprov Sultra dalam membangun sinergi lintas sektor.

Pertemuan tersebut sekaligus menghadirkan optimisme baru bagi Sultra. Dengan dukungan pemerintah pusat di bidang kebudayaan, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi haji, berbagai potensi daerah diyakini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *