Daerah  

BMBPSDM Tekankan Penguatan 5K Guru PAI Sultra

Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Teknis Perpustakaan Angkatan I dan II se-Sulawesi Tenggara. (Foto:Istimewa)
Pembukaan Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Teknis Perpustakaan Angkatan I dan II se-Sulawesi Tenggara. (Foto:Istimewa)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui konsep 5K dalam pelatihan yang digelar di Aula BPMP Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan DPW AGPAII Sultra dan Balai Diklat Keagamaan Makassar itu berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 56 Jam Pelajaran. Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Sultra.

Program itu menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan mutu pembelajaran PAI di sekolah.

Kepala BMBPSDM, Prof Muhammad Ali Ramdhani, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa tantangan pendidikan agama semakin kompleks seiring perkembangan zaman.

Baca Juga :  Resmi Diluncurkan, Kemenag Sultra Dorong Sekolah Ramah Anak dan Kantor Berwawasan Lingkungan

Karena itu, guru PAI dituntut tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik dan literasi digital yang memadai.

Menurutnya, konsep 5K yang terdiri atas Kualifikasi, Kompetensi, Karakter, Karier, dan Kesejahteraan harus berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi.

Lima aspek tersebut menjadi fondasi dalam membangun sosok guru PAI yang profesional, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Ali Ramdhani menyoroti masih adanya kesenjangan kualifikasi akademik di kalangan guru PAI. Di sisi lain, kemampuan mengelola pembelajaran berbasis teknologi dan penguatan literasi Al-Qur’an juga perlu terus ditingkatkan agar proses belajar lebih kontekstual dan menarik bagi peserta didik.

Baca Juga :  MUI Sultra Beri Penguatan Karakter dan Edukasi Pelajar untuk Hindari Narkoba

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Yang berhenti belajar akan tertinggal oleh perubahan. Masa depan adalah milik mereka yang terus mengasah diri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa guru PAI memikul tanggung jawab moral yang besar di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan karakter menjadi aspek yang tak terpisahkan dari peningkatan kompetensi profesional, termasuk dorongan untuk aktif menulis karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan karier.

Perkuat Ekosistem Pendidikan Agama di Sultra

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sultra Mansur menilai pelatihan itu menjadi momentum penting untuk menghidupkan peran laboratorium dan perpustakaan sekolah.

Baca Juga :  Telan Anggaran Rp135,5 Miliar, Presiden RI Batal Hadiri Langsung Peresmian RSUD Butur

“Guru diharapkan mampu merancang pembelajaran berbasis praktik sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna,” ujarnya.

Menurut Mansur, perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat literasi digital, bukan sekedar ruang penyimpanan buku. Optimalisasi dua sarana tersebut diyakini akan memperkuat ekosistem pendidikan agama di Sultra.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini sekitar 700 guru PAI di Sultra telah mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kompetensi, jumlah yang termasuk tertinggi secara nasional.

Capaian itu menunjukkan komitmen daerah dalam memajukan mutu pendidikan agama.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *