OJK Sultra Bakal Bangun Financial Center di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya

Bismi Maulana Nugraha

TOLANOSULTRA.COM, KONAWE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan program inklusi keuangan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, tidak berhenti pada kegiatan pendampingan.

OJK berencana membangun financial center di kawasan tersebut sebagai pusat layanan keuangan terpadu bagi masyarakat pesisir.

Rencana itu disampaikan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha dalam rangkaian Soft Launching Kolaborasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI)-KNMP yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Baca Juga :  Kinerja Pengendalian Inflasi Sultra, Koltim dan Baubau Catat Capaian

Bismi menjelaskan, rencana financial center merupakan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan program setelah masyarakat mengikuti tahapan prainkubasi, inkubasi dan pascainkubasi.

“Ke depan, untuk menjaga keberlanjutan program ini, kami berencana membangun financial center di KNMP Desa Sorue Jaya,” kata Bismi.

Menurut dia, OJK sebelumnya telah memberikan edukasi dan bimbingan teknis pengelolaan keuangan kepada masyarakat. Sasaran program mencakup nelayan, pelaku UMKM, ibu rumah tangga yang menjalankan usaha hingga pelajar.

Selain literasi, OJK memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan industri jasa keuangan untuk membuka akses terhadap pembiayaan produktif.

Baca Juga :  Petani Sultra Bisa Dapat Perlindungan JKK dan JKM Rp8.400 per Bulan

Program tersebut telah menghasilkan sejumlah capaian hingga Juli 2026. BRI menyalurkan kredit kepada 49 debitur dengan plafon Rp1,527 miliar, membuka 52 rekening tabungan dan menghadirkan satu Agen BRILink.

PNM Mekaar juga telah menyalurkan pembiayaan kepada 23 debitur kelompok usaha perempuan dengan total Rp183,5 juta.

Sementara Bank Sultra dan BPR Bahteramas Konawe memperluas inklusi keuangan pelajar melalui pembukaan masing-masing 30 dan 44 rekening SimPel.

Dukungan lain datang dari Bank Indonesia berupa 10 unit fish finder dan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 22 nelayan.

Baca Juga :  BIK 2026 Hadirkan Edukasi Digital hingga Samsat Keliling, Layanan Publik Didekatkan ke Warga

Bismi menilai integrasi tersebut penting karena kebutuhan masyarakat pesisir tidak hanya berkaitan dengan modal usaha. Masyarakat juga membutuhkan kemampuan mengelola keuangan, akses transaksi, tabungan dan perlindungan sosial.

Melalui financial center yang direncanakan, layanan keuangan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan EKI-KNMP.

“Model kolaborasi ini akan terus kita perluas agar bisa menjangkau seluruh nelayan di Sultra,” tegas Bismi.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *