Kemenhaj Sultra Perkuat Peran Humas, Dorong Informasi Layanan Haji Lebih Akurat dan Menarik

Kemenhaj Sultra menghadirkan narasumber yaitu Wartawan senior Kantor Berita Antara Biro Sultra, Abdul Azis Senong (Kiri) dan jurnalis Tolanosultra.com sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari, Ismu Samadhani (tengah), Humas Kemenhaj Sultra, La Ode Mardangki (Kanan).

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat kapasitas jajaran kehumasannya agar mampu mengemas informasi layanan haji dan umrah secara lebih akurat, informatif, dan menarik bagi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Peran Kehumasan dalam Diseminasi Informasi dan Citra Positif Layanan Haji dan Umrah yang digelar di salah satu hotel di Kendari pada Kamis (27/8/2026).

Kegiatan itu diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari unsur Humas Kemenhaj di 17 kabupaten dan kota se-Sultra. Mereka dibekali kemampuan untuk mengolah informasi pelayanan menjadi materi komunikasi yang mudah dipahami masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya menilai, peran humas semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat bukan hanya membutuhkan pelayanan yang baik, tetapi juga informasi yang jelas, akurat dan disampaikan tepat waktu.

Baca Juga :  Kloter 32 Asal Kendari Tiba di Makassar, 392 Jemaah Haji Dijadwalkan Terbang ke Sultra dalam Tiga Penerbangan

“Kehumasan adalah wajah dan suara lembaga. Karena itu, setiap informasi yang keluar harus diolah dan dicermati dengan baik agar mampu mencerminkan kinerja, pelayanan, dan integritas lembaga secara objektif serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Lalan dalam sambutannya.

Kemenhaj Sultra memperkuat kapasitas humas untuk menyajikan informasi layanan haji dan umrah yang akurat, menarik, kredibel, dan mudah dipahami masyarakat. (Istimewa)

Ia menekankan, pekerjaan humas tidak sebatas menyampaikan berita. Setiap informasi yang hendak dipublikasikan harus melalui proses pengolahan dan pemeriksaan agar tidak menimbulkan informasi yang ambigu maupun penafsiran berbeda di tengah masyarakat.

Sebab, ketika informasi telah dipublikasikan melalui media maupun media sosial, informasi tersebut menjadi konsumsi publik. Karena itu, ketepatan data, kejelasan narasi dan cara penyajian menjadi bagian penting dalam menjaga citra lembaga.

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Kemenhaj Sultra menghadirkan dua jurnalis sebagai pemateri. Wartawan senior Kantor Berita Antara Biro Sultra, Abdul Azis Senong yang memberikan materi mengenai teknik penulisan berita, termasuk bagaimana mengubah data layanan menjadi narasi jurnalistik yang informatif.

Baca Juga :  Jemaah Haji Kolaka yang Tertunda Pulang Karena Sakit Akan Ikut Kloter 39 ke Tanah Air, Dua Lainnya Masuk ICU

Abdul Azis juga membahas delapan prinsip dasar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), struktur berita, penggunaan bahasa jurnalistik hingga sejumlah hal yang harus dihindari dalam penulisan berita agar informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan prinsip jurnalistik.

Sementara itu, jurnalis Tolanosultra.com sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari, Ismu Samadhani membahas kreativitas konten digital dan pengelolaan narasi publik di tengah perkembangan informasi digital.

Ismu memberikan gambaran mengenai tugas kehumasan, pemetaan sasaran publikasi layanan haji serta cara mengubah informasi menjadi cerita yang lebih menarik. Para peserta juga diperkenalkan dengan enam pilar konten yang dapat dikembangkan menjadi konten Kemenhaj yakni edukasi, informasi, human interest, di balik layar, klarifikasi, dan apresiasi.

Baca Juga :  Kuota Haji Sultra Tahun 2026 Bertambah dari 4 Provinsi, Total Jemaah Tembus 2.078 Orang

Selain kreativitas konten, materi juga diarahkan pada kemampuan mengelola narasi publik. Para peserta dibekali pemahaman mengenai cara memetakan isu serta menentukan respons humas ketika menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di ruang publik.

Kemenhaj Sultra juga menghadirkan narasumber dari pusat, yaitu Pranata Humas pada Biro Humas Kemenhaj RI, Ranita E. Harahap melalui virtual zoom. Fokusnya adalah terkait arah kebijakan dan strategi diseminasi informasi layanan haji dan umrah.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenhaj Sultra diharapkan memiliki jajaran humas yang tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membangun komunikasi publik yang kredibel dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan haji dan umrah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *