TOLANOSULTRA.COM, KOLAKA – Momen menarik terjadi di panggung pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) dan anggota DPR RI, Ridwan Bae terlihat berpelukan di hadapan para undangan.
Pemandangan tersebut menjadi sorotan di tengah polemik yang belakangan mengemuka antara Ridwan Bae dan lingkaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Keduanya tampak menunjukkan keakraban di panggung, hanya beberapa hari setelah kritik Ridwan terhadap kepemimpinan ASR menjadi perbincangan publik.
Persoalan bermula ketika Ridwan Bae saat melaksanakan reses di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada 19 Oktober 2026 meminta ASR lebih sering turun langsung menemui masyarakat. Ia menilai gubernur perlu melihat kondisi di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan dari jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Pernyataan Ridwan tersebut kemudian ramai setelah beredar di media sosial pada 27 Oktober 2026. Ia juga mendorong gubernur rutin menggelar rapat koordinasi bersama para bupati dan wali kota se-Sultra untuk membahas persoalan masyarakat serta menyelaraskan kewenangan pemerintah daerah.
Kritik itu selanjutnya memicu polemik setelah Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah merespons melalui konten di media sosial. Sejumlah pendukung Ridwan Bae menilai respons tersebut telah masuk ke ranah personal dan menyinggung kehormatan politikus senior Partai Golkar itu.
Situasi bahkan sempat memanas ketika sejumlah orang yang mengaku sebagai pendukung Ridwan Bae mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Sultra pada 28 Oktober 2026. Dalam peristiwa tersebut, Ridwan Badallah akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengaku telah menghapus konten yang berkaitan dengan Ridwan Bae.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa kritik Ridwan Bae ditujukan kepada kinerja pemerintahan ASR, sedangkan polemik yang berujung pada kedatangan pendukungnya ke kantor dinas melibatkan Ridwan Badallah. Tidak ada keterangan yang menunjukkan bahwa ASR dan Ridwan Bae terlibat langsung dalam perselisihan personal.
Hubungan politik ASR dan Ridwan Bae sendiri bukan tanpa dinamika. Menjelang Pilgub Sultra 2024, keduanya sempat menjadi perbincangan setelah dikabarkan berpeluang berpasangan. ASR ketika itu mengakui komunikasi dengan Ridwan Bae cukup intens, sementara pihak Golkar menyebut wacana duet tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.
Karena itu, pelukan keduanya di panggung pelantikan pengurus Golkar se-Sultra menjadi momen yang menarik perhatian di tengah dinamika politik daerah. Namun, makna politik di balik gestur tersebut tetap membutuhkan penjelasan langsung dari kedua tokoh.
Di sisi lain, dalam agenda pelantikan tersebut, Ketua DPD Golkar Sultra, La Ode Darwin menegaskan bahwa Golkar dan Gerindra memiliki warna politik berbeda, tetapi tetap menjalin hubungan baik dan berkomitmen berkolaborasi mengawal pemerintahan ASR selama lima tahun, terutama dalam memastikan program-program yang berpihak kepada masyarakat berjalan.
Laporan: Ismu
