Festival Liangkobhori Jadi Momentum BI Sultra Percepat Digitalisasi Pariwisata di Muna

Festival Liangkobhori menjadi momentum BI Sultra memperluas QRIS di kawasan wisata Muna sekaligus memperkuat UMKM dan digitalisasi pariwisata.

TOLANOSULTRA.COM, MUNA – Festival Liangkobhori ke-4 Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian warisan budaya dunia, tetapi juga dimanfaatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memperkuat digitalisasi sektor pariwisata melalui pemanfaatan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Inisiatif tersebut diwujudkan dalam rangkaian QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sultra 2026, program yang merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Melalui kegiatan itu, Bank Indonesia mengintegrasikan promosi destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, dan perluasan transaksi digital dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Baca Juga :  Sultra Jadi Bintang Baru Ekonomi Indonesia Timur

Pelaksanaan di Kabupaten Muna berlangsung pada 11–12 Juli 2026 dan bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Liangkobhori yang dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Festival tersebut digelar sebagai bentuk perayaan atas pengakuan internasional terhadap Gua Liangkobhori yang menyimpan lukisan cadas tertua di dunia. Berdasarkan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lukisan prasejarah di kawasan itu diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun dan telah tercatat dalam Guinness World Records, sehingga semakin mengukuhkan posisi Muna sebagai salah satu destinasi wisata sejarah berkelas dunia.

Baca Juga :  Langkah Mudah Tukar Uang Rusak Jadi Uang Baru

Momentum itu dimanfaatkan BI untuk memperluas penerapan pembayaran digital di kawasan wisata. Selain mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha mengenai penggunaan QRIS, BI juga memberikan dukungan berupa fasilitasi sarana di kawasan Gua Liangkobhori guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendorong transformasi layanan wisata berbasis digital.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi mengatakan, dalam kegiatan itu, penguatan juga diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia, termasuk pengrajin Tenun Masalili. Melalui digitalisasi transaksi, produk-produk lokal diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik di pasar domestik maupun di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  OJK Sultra Nyatakan Aplikasi BTL Ilegal, Warga Diminta Tak Terjebak Modus Investasi Baru

“Tidak hanya mengenalkan teknologi pembayaran, peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia juga diajak menyelami kekayaan budaya Kabupaten Muna,” ungkapnya.

Mereka mengikuti berbagai aktivitas budaya seperti menyaksikan Tradisi Ewa Wuna, atraksi layang-layang Kaghati Kolope, pertunjukan Tari Linda dan Modero, hingga melihat secara langsung proses pembuatan kuliner tradisional Tunuha.

Sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan digitalisasi ekonomi tersebut menjadi salah satu strategi Bank Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih inklusif. Kehadiran QRIS di destinasi wisata diharapkan dapat mempermudah transaksi wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM lokal.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *