Dua Kali Tampil di Nasional, Tim Robotik MAN 1 Kendari Kembali Persembahkan Medali Perak

Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo (Kanan), Alyah Qanita, Anawai putri zulfiana, Rizky Akbar Harza, dan Guru Robotika MAN 1 Kendari, Dr Zulrahmat (kiri). (Ismu/Tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Konsistensi tim robotik MAN 1 Kendari kembali membuahkan hasil. Berbekal kreativitas dan kerja keras, tiga siswa madrasah itu sukses mempersembahkan medali perak (Silver Medal) pada ajang Indonesia Youth Robot Competition (IYRC) 2026 kategori Theater Robot yang digelar di Universitas YARSI, Jakarta pada 17 Mei 2026 lalu.

Prestasi tersebut menjadi medali perak kedua yang diraih tim dalam dua kompetisi nasional berturut-turut. Sebelumnya, mereka juga meraih Silver Medal pada Indonesia Robotic Festival (IROF) 2025 kategori Creative Online yang berlangsung pada 29 Desember 2025.

Tim robotik MAN 1 Kendari diperkuat oleh Anawai Putri Zulfiana, Alyah Qanita, dan Rizky Akbar Harza. Ketiganya merupakan siswa kelas XII yang memiliki minat sama di bidang robotika dan mengembangkan berbagai inovasi melalui pembelajaran di sekolah.

Bagi Anawai Putri Zulfiana, keberhasilan itu menjadi buah dari proses belajar yang tidak singkat. Siswi kelas XII.6 berusia 17 tahun tersebut mengaku bangga bisa kembali mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional bersama rekan satu timnya.

Baca Juga :  Hari Kedua SPMB 2026, Sebanyak 15.343 Calon Murid Daftar di SMA dan SMK se-Sultra

Putri sulung dari pasangan Sulhijah dan Liana itu mengatakan, pembelajaran robotika di MAN 1 Kendari tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung. Mulai dari mempelajari dasar-dasar coding, mengendalikan lampu LED (blinking LED), hingga menyelesaikan proyek robot sebagai tugas akhir.

Anawai putri zulfiana (Kiri) dan Alyah Qanita (kanan).

“Saya sangat bangga karena bersama tim bisa meraih medali silver. Sekolah membantu biaya tiket pesawat, sementara orang tua mendukung akomodasi selama mengikuti lomba. Kami belajar mulai dari coding, praktik hingga menyelesaikan proyek robotika,” ujar Anawai saat ditemui di sekolahnya pada Kamis (30/7/2026).

Senada dengan Anawai, Rizky Akbar Harza mengungkapkan bahwa kompetisi tersebut merupakan pengalaman keduanya di tingkat nasional. Siswa kelas XII.9 itu menjelaskan, pada kompetisi pertama timnya mengembangkan sistem pemantauan kualitas air, sedangkan pada IYRC 2026 mereka menghadirkan inovasi bertema Theater Robot.

Baca Juga :  Gagasan Besar Prof Ruslin Jadi Rektor UHO: Bangun Hotel, SPBU hingga Coffeeshop di Tiap Fakultas

Putra kedua dari pasangan Irwan Argadinata dan Jamilah Rieza Faraqsyah itu bersyukur karena dua penampilan di ajang nasional sama-sama berbuah medali perak.

“Alhamdulillah dari dua lomba yang kami ikuti, keduanya berhasil meraih medali silver,” katanya.

Rizky Akbar Harza.

Sementara itu, Alyah Qanita, siswi kelas XII.9 berusia 16 tahun, juga menjadi bagian penting dari keberhasilan tim. Putri pertama pasangan La Ode Tafzilan dan Ismawati Puspaoni tersebut berperan dalam proses pengembangan robot hingga mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui mata pelajaran Prakarya bidang Robotika, salah satu program unggulan madrasah.

Menurutnya, siswa yang memiliki minat di bidang teknologi diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan di bawah pendampingan guru pembina Dr Zulrahmat.

“Kami terus mendukung siswa yang ingin berprestasi. Robotika menjadi salah satu wadah bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan melalui pembelajaran serta pembinaan secara langsung,” ujar La Tangkalalo.

Baca Juga :  Pancasila di Tengah Disrupsi Global, Pesan Kuat Kakanwil Kemenag Sultra pada Generasi Muda

Ia menambahkan, keberhasilan mengikuti kompetisi nasional juga tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Madrasah membantu pembiayaan tiket perjalanan, sedangkan kebutuhan akomodasi selama mengikuti perlombaan didukung oleh keluarga peserta.

Guru Robotika MAN 1 Kendari, Dr Zulrahmat menjelaskan, pembelajaran robotika dilakukan dengan pendekatan berbasis proyek. Siswa terlebih dahulu mempelajari dasar-dasar mikrokontroler, pemrograman, Arduino, sensor, dan aktuator sebelum mengembangkan ide robot secara mandiri.

Menurutnya, karya yang ditampilkan dalam kompetisi merupakan hasil kreativitas siswa, sementara guru berperan memberikan fondasi keilmuan dan pendampingan selama proses pembelajaran.

Prestasi yang kembali diraih tim robotik MAN 1 Kendari menjadi bukti bahwa perpaduan kreativitas siswa, pembinaan yang konsisten, dukungan sekolah, serta peran aktif orang tua mampu melahirkan inovator muda yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Sultra.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *