Dari Kampus UHO ke Podium Asia, Yasir Raih Medali Perak untuk Indonesia

Mahasiswa UHO Yasir Nur Ikhwanuddin mempersembahkan medali perak bagi Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Vietnam. (Ismu/Tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Perjuangan pesilat muda asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Yasir Nur Ikhwanuddin (24) di ajang 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 berakhir dengan torehan membanggakan.

Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari itu sukses mempersembahkan medali perak bagi Indonesia setelah menembus partai final kelas tanding under 45 kilogram (Kg) pada kejuaraan yang berlangsung di Vietnam pada 15–23 Juli 2026.

Meski gagal membawa pulang medali emas, capaian Yasir menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, khususnya Sultra. Dalam perjalanan menuju final, ia mampu menyingkirkan lawan-lawan tangguh dari Kazakhstan dan India sebelum akhirnya berhadapan dengan wakil tuan rumah, Vietnam.

Pada laga puncak, Yasir harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah mendapat diskualifikasi pada ronde kedua akibat menerima peringatan ketiga. Hasil tersebut membuat medali emas lepas dari genggamannya, meski bukan karena kalah dalam perolehan poin.

Baca Juga :  Deretan Atlet Polda Sultra Unjuk Taji di Palu, Empat Medali Berhasil Dikunci

“Saya sedih karena kalah akibat diskualifikasi, bukan karena kalah poin. Tapi di sisi lain saya tetap bersyukur masih bisa menyumbangkan medali perak untuk Indonesia,” ujar Yasir via pesan Whatsapp pada Senin (27/7/2026).

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa mengingat persiapan yang dijalaninya jauh dari kata ideal. Yasir mengungkapkan dirinya baru menerima panggilan mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) pada 27 Juni 2026, kurang dari tiga pekan sebelum kejuaraan dimulai.

Saat menerima panggilan itu, berat badannya masih melebihi batas kelas tanding sekitar lima kilogram. Namun, sebagai atlet yang mendapat kepercayaan membela Merah Putih, ia memilih menerima tantangan tersebut.

“Panggilannya mendadak. Waktu itu berat badan saya masih over sekitar lima kilogram. Persiapan sebenarnya belum benar-benar matang, tetapi karena ini panggilan Pelatnas, siap tidak siap saya harus siap,” katanya.

Baca Juga :  Penetapan Tiga Besar Calon Rektor UHO Ditunda, Senat Temukan Kekeliruan Administrasi
Yasir berhasil mengalahkan pesilat dari Kazakhstan dan India sebelum akhirnya mendapat medali perak usai berhadapan dengan wakil tuan rumah, Vietnam di final. (Istimewa)

Di balik keberhasilannya menembus podium Asia, Yasir mengaku mendapat dukungan penuh dari UHO. Selama menjalani persiapan menuju Vietnam, ia dibina secara intensif di kampus, baik dari sisi fisik, teknik maupun mental bertanding.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskes-Rek), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO angkatan 2022 itu menyebut peran para pelatih, yakni Sartia, Fajar, dan Andi Woro, sangat besar dalam perjalanan kariernya.

“Terima kasih kepada para pelatih yang sudah mendidik saya dari nol hingga bisa berada di titik ini. Terima kasih juga kepada teman-teman yang selalu memberikan dukungan,” ungkapnya.

Yasir lahir di Mowewe pada 4 Maret 2002 dari pasangan Asis dan Rohana. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara dan berasal dari Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Butur), Sultra.

Baca Juga :  Alasan Efisiensi, KONI Sultra Pilih Kota Kendari Jadi Tuan Rumah Porprov 2026

Perjalanan Yasir di dunia pencak silat dimulai sejak duduk di bangku kelas III SMP. Saat itu ia bergabung dengan Perguruan Persinas ASAD dan mulai menekuni olahraga bela diri tersebut secara serius.

Sebelum mengukir prestasi di tingkat Asia, Yasir lebih dulu mencatatkan namanya sebagai juara pertama Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2025 di Jawa Tengah (Jateng). Gelar tersebut menjadi pintu baginya untuk mendapat kepercayaan memperkuat tim nasional Indonesia di ajang Asian Pencak Silat Championship 2026.

Keberhasilan meraih medali perak di level Asia menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Sultra mampu bersaing di panggung internasional.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *