TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Di tengah ramainya pemburu takjil, tim dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari melakukan inspeksi langsung terhadap jajanan yang dijual pedagang di Kampoeng Ramadan Anjungan Teluk Kendari pada Kamis (26/2/2026) sore.
Sedikitnya 25 sampel makanan diambil untuk diuji. Langkah ini dilakukan guna memastikan takjil yang beredar selama ramadan aman dikonsumsi masyarakat, khususnya di Kendari dan wilayah Sultra pada umumnya.
Kepala BPOM Kendari, Andi Amirah Nilawati menegaskan, pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen selama bulan suci.
“Pengawasan ini untuk memastikan takjil yang dijual selama ramadan benar-benar aman dibeli dan dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tim belum menemukan adanya kandungan zat berbahaya dalam sampel takjil yang telah diuji. Meski demikian, proses pengujian masih terus berlangsung untuk berbagai jenis panganan lainnya.
Menurut Andi Amirah, tim pemeriksa akan tetap melakukan pemantauan intensif hingga mendekati Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi peredaran makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Pengawasan takjil tidak hanya difokuskan di ibu kota provinsi. BPOM Kendari memastikan program serupa digelar di seluruh wilayah kerja mereka di Sultra.
Sebanyak 11 kabupaten dan kota masuk dalam cakupan pengawasan, yakni Kendari, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Muna, Muna Barat, dan Konawe Kepulauan.
Dengan pengawasan itu, BPOM Kendari berharap masyarakat dapat lebih tenang saat membeli menu berbuka puasa. Di sisi lain, para pedagang juga diingatkan untuk menjaga kualitas dan keamanan produk agar ramadan tetap menjadi momen yang sehat dan penuh berkah.
Penulis: Tim Redaksi
