OJK Sultra Genjot Kredit UMKM dan Akses Pasar Modal, Bidik Ekonomi Daerah Lebih Inklusif

Bismi Maulana Nugraha.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat strategi pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi penyaluran kredit produktif sekaligus memperluas alternatif pendanaan lewat pasar modal guna memperkokoh fondasi ekonomi daerah.

Di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi, OJK menilai penguatan sektor UMKM tetap menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sultra.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan pencapaian target nasional porsi kredit UMKM sebesar 30 persen tidak dapat diwujudkan hanya melalui kebijakan regulasi.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku usaha juga menjadi faktor penting agar mereka mampu mengakses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.

Baca Juga :  Makassar Jadi Hub Learning Center OJK, Penguatan SDM Jasa Keuangan Indonesia Timur Dimulai

“Pencapaian target porsi kredit UMKM 30 persen memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari sisi pemberdayaan kapasitas pelaku UMKM itu sendiri,” ujar Bismi.

Sebagai bentuk implementasi di daerah, OJK Sultra bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong perbankan meningkatkan pembiayaan pada sektor-sektor unggulan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat. Di antaranya sektor pertanian, perkebunan kakao, dan perikanan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Sultra.

Dalam mendorong akses pembiayaan tersebut, skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi instrumen utama untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum memperoleh layanan keuangan formal. Melalui program ini, OJK berharap semakin banyak usaha produktif yang mampu berkembang dan naik kelas.

Baca Juga :  Sultra Maimo 2026 Jadi Arena UMKM Cari Mitra dan Perluas Pasar

Tak hanya berfokus pada kredit perbankan, OJK Sultra juga mulai mengarahkan pelaku usaha agar memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Edukasi mengenai Initial Public Offering (IPO), obligasi korporasi, hingga berbagai instrumen investasi terus diperluas kepada kalangan dunia usaha di daerah.

“OJK secara aktif melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai mekanisme IPO, obligasi korporasi, dan instrumen keuangan lainnya kepada komunitas bisnis daerah,” kata Bismi.

Baca Juga :  OJK Sultra Bidik 62.260 Ton Kakao Kolaka Utara untuk Didorong Naik Kelas

Di sisi lain, OJK turut melihat potensi besar pengembangan pembiayaan berbasis ekonomi hijau melalui Bursa Karbon. Sulawesi Tenggara dinilai memiliki sumber daya alam yang mendukung, khususnya pada sektor kehutanan dan perkebunan yang berpeluang masuk dalam mekanisme perdagangan karbon.

Pemanfaatan instrumen tersebut diyakini tidak hanya membuka sumber pendanaan baru bagi dunia usaha, tetapi juga mendorong praktik pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Dengan kombinasi penguatan kredit UMKM, perluasan akses pasar modal, dan pengembangan keuangan berkelanjutan, OJK berharap struktur ekonomi Sultra semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *