Pertamax Eceran di Kendari Mulai Naik Rp17.500 per Liter

Harga Pertamax eceran di Kendari naik menjadi Rp17.500 per liter menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi di SPBU yang berlaku mulai 10 Juni 2026.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Kenaikan harga Pertamax di SPBU mulai berdampak pada tingkat pengecer di Kota Kendari. Sejumlah pedagang bensin eceran mengaku terpaksa menaikkan harga jual Pertamax menjadi Rp17.500 per liter setelah harga BBM nonsubsidi tersebut resmi mengalami penyesuaian mulai Rabu (10/6/2026).

Salah seorang pedagang bensin eceran di Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Wa Ode Faeda (75) mengatakan, harga Pertamax yang dijual di lapaknya sebelumnya berada di kisaran Rp15 ribu per liter. Namun, sejak pagi hari ia mulai menjualnya seharga Rp17.500 per liter.

Menurut perempuan yang telah menekuni usaha bensin eceran selama sekitar 15 tahun itu, kenaikan harga tidak dapat dihindari karena harga Pertamax di SPBU juga mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga :  Cila dan Panggung Mimpi dari Baubau: Runner Up 5 Grand Model Indonesia 2026

“Karena di Pertamina naik mi tadi pagi,” ujar Lansia yang akrab di sapa bibi saat ditemui pada Rabu (10/6/2026).

Hal serupa disampaikan pedagang eceran lainnya, Rani (42). Ia mengaku langsung menyesuaikan harga jual setelah mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax di SPBU. Sebelumnya, Pertamax di lapaknya juga dijual Rp15.000 per liter.

Rani menjelaskan bahwa harga Rp17.500 per liter saat ini merupakan penyesuaian awal. Sehingga tidak menutup kemungkinan harga di tingkat eceran dapat kembali berubah mengikuti kondisi harga pembelian dan biaya operasional yang dikeluarkan pedagang.

Baca Juga :  Pertamax di SPBU Tapak Kuda Kendari Sepi Peminat Imbas Kenaikan Harga

“Kalau masalah naiknya lagi harga di tingkat eceran itu kita belum tahu, bisa saja lebih dari Rp17.500. Karena tidak mungkin kita jual di bawah modal,” katanya.

Perempuan yang telah berjualan bensin eceran selama kurang lebih satu dekade itu menuturkan, permintaan Pertamax selama ini sebenarnya tidak terlalu tinggi dibandingkan Pertalite. Dalam sehari, penjualan Pertamax di lapaknya bahkan kerap hanya mencapai sekitar 5 liter atau tidak sampai 10 liter.

“Kalau Pertamax memang tidak sebanyak Pertalite. Kadang yang terjual cuma sekitar 5 liter sehari,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kenaikan harga di tingkat pengecer terjadi setelah Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Baca Juga :  BPR Bahteramas Kendari Berhasil Pertahankan Status Bank “Sehat” di Tahun 2025

Kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, harga pasar keekonomian, serta koordinasi dengan pemerintah.

Berdasarkan harga terbaru, Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter. Sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Adapun harga BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo tetap Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *