TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Luapan Sungai Wanggu akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kendari membuat ratusan warga di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga terdampak banjir pada Sabtu (9/5/2026).
Hingga siang hari, tercatat sebanyak 317 jiwa terdampak dan sebagian warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir merendam permukiman di empat RT yang berada di sekitar bantaran kali, yakni RT 4, RT 12, RT 13, dan RT 14. Debit air yang terus meningkat membuat jumlah warga terdampak bertambah dalam waktu singkat.
Camat Baruga, Bustam mengatakan, awalnya hanya 43 kepala keluarga yang terdata terdampak pada Jumat malam. Namun setelah dilakukan pendataan lanjutan, jumlah itu melonjak menjadi 126 kepala keluarga (KK) atau sekitar 317 jiwa.
“Air mulai naik sejak Jumat malam dan terus bertambah sampai sekarang. Data sementara ada 126 KK atau 317 jiwa terdampak,” kata Bustam.
Ia menambahkan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan warga masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Pemerintah Kecamatan Baruga kini terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Kendari, PDAM, dan sejumlah pihak terkait guna mempercepat penanganan warga terdampak banjir.
Salah seorang warga terdampak, Mawan, mengaku sebagian warga sudah mulai menyelamatkan barang-barang mereka sejak Jumat malam setelah air perlahan masuk ke rumah.
Menurutnya, beberapa rumah bahkan sudah mulai terendam sehingga warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di lokasi lebih tinggi.
“Kemarin malam orang-orang sudah mulai angkat barang karena ada rumah yang mulai tenggelam,” ujarnya.
Menurut Mawan, tingginya intensitas hujan ditambah kondisi sungai yang mengalami pendangkalan menjadi faktor utama banjir terus berulang di kawasan tersebut.
“Kalau hujan deras terus, air sungai tidak mampu lagi tertampung karena sungainya sudah dangkal,” katanya.
Penulis: Tim Redaksi
