Stadion Lakidende Tertunda, Pemprov Sultra Alihkan Anggaran ke Revitalisasi Fasilitas Olahraga

Pembangunan Stadion Lakidende di Kota Kendari dipastikan belum bisa dilanjutkan pada tahun 2026.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Rencana pembangunan Stadion Lakidende di Kota Kendari dipastikan belum bisa dilanjutkan pada tahun 2026.

Proyek yang sempat digadang-gadang menjadi stadion berstandar internasional itu kembali tertunda akibat persoalan pembebasan lahan yang belum rampung.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Samangerukka (ASR) menegaskan bahwa hingga kini negosiasi harga dengan pemilik lahan masih menemui jalan buntu. Sebagian area yang direncanakan masuk dalam kawasan stadion diketahui masih dimiliki pihak lain secara sah.

Baca Juga :  Anggaran Rp7,3 Miliar Digelontorkan, Revitalisasi PPI Sodohoa Resmi Difungsikan

“Pembangunan belum bisa dilaksanakan karena kesepakatan harga lahan belum tercapai,” ujarnya.

Padahal, pemerintah provinsi sebelumnya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp77 miliar untuk melanjutkan proyek tersebut melalui APBD 2026. Rencana itu bahkan sudah masuk dalam pembahasan RAPBD dan tinggal menunggu evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Namun, dengan kondisi yang belum memungkinkan, Pemprov Sultra memilih mengalihkan anggaran tersebut untuk pembenahan fasilitas olahraga yang sudah ada. Fokus revitalisasi akan diarahkan ke kawasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Baca Juga :  Ekspor Perdana 15 Ton Ubur-Ubur Senilai Rp300 Juta Dilepas dari Baubau ke Tiongkok

Sejumlah sarana yang akan diperbaiki meliputi lapangan tenis, lapangan softball, kolam renang, driving range golf, hingga gedung kantor KONI. Sementara itu, peningkatan fasilitas olahraga dayung direncanakan menyusul setelah tahap revitalisasi utama rampung.

Jika ditarik ke belakang, proyek Stadion Lakidende sebenarnya telah menyerap anggaran cukup besar. Pada 2021, pemerintah mengucurkan Rp27 miliar untuk tahap awal pembangunan, disusul Rp17 miliar pada 2022. Total dana yang telah digelontorkan mencapai Rp44 miliar.

Baca Juga :  Konflik Yayasan Unsultra Berujung Saling Lapor, Pemprov Sultra Ambil Alih Mediasi

Sayangnya, sejak awal 2023, pembangunan stadion tersebut terhenti akibat persoalan hukum terkait kepemilikan lahan yang belum tuntas hingga saat ini.

Dengan belum adanya titik temu, nasib Stadion Lakidende masih bergantung pada keberhasilan negosiasi lahan, sementara kebutuhan pembenahan fasilitas olahraga di Kendari kini menjadi prioritas jangka pendek pemerintah daerah.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *