TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terus mengintensifkan upaya pengendalian inflasi melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang kini diperkuat adalah pelaksanaan pasar tani oleh Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) Sultra.
Saat membuka kegiatan pasar tani di kawasan Tugu Pilar, samping Kantor Bappeda Sultra, Kamis (9/4/2026), Kepala Disbunhorti Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menegaskan bahwa pasar tani menjadi instrumen penting dalam menekan gejolak harga, khususnya komoditas hortikultura seperti cabai, bawang, dan tomat yang kerap mengalami fluktuasi.
“Pasar tani ini merupakan bentuk intervensi harga secara langsung. Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Rusdin usai membuka kegiatan pasar tani di kawasan Tugu Pilar, samping Kantor Bappeda Sultra, Kamis (9/4/2026).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini pasar tani telah dua kali digelar di Kota Kendari. Ke depan, program tersebut akan diperluas ke berbagai kabupaten dan kota, terutama wilayah yang terindikasi mengalami tekanan inflasi.
Dalam pelaksanaannya, Disbunhorti menggandeng kelompok tani binaan dari sejumlah daerah seperti Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan.
Para petani menghadirkan beragam komoditas hortikultura segar, mulai dari cabai, bawang, tomat, hingga sayuran seperti terong, buncis, dan kacang panjang.
Selain itu, aneka buah-buahan turut meramaikan pasar tani, dengan sebagian pasokan berasal dari Balai Benih Hortikultura, termasuk pepaya California yang tengah memasuki masa panen.
Rusdin menambahkan, seluruh produk yang dijual merupakan hasil langsung dari petani tanpa melalui perantara. Hal itu membuat harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Di tengah upaya pengendalian inflasi, kondisi produksi pertanian di Sultra pada awal tahun ini masih tergolong stabil. Stabilitas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran.
Lebih lanjut, pasar tani tidak hanya digelar secara rutin, tetapi juga akan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra. Pemerintah berencana menghadirkan kegiatan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak petani lokal.
Melalui optimalisasi pasar tani, Pemprov Sultra berharap dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku sektor pertanian.
Penulis: Tim Redaksi
