TOLANOSULTRA.COM, MUNA – Masjid Al Munajat yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kebanggaan Kota Raha, Kabupaten Muna kini menghadapi sorotan serius terkait minimnya perawatan.
Masjid yang berdiri megah di kawasan pesisir itu perlahan menunjukkan tanda-tanda penurunan kondisi, baik dari segi fisik bangunan maupun penataan lingkungannya.
Sebagai salah satu landmark religius di Kota Raha, Masjid Al Munajat memiliki nilai historis dan simbolis yang tinggi bagi masyarakat.
Bangunan itu pernah mengalami proses pembangunan dan renovasi besar hingga menjadi salah satu masjid termegah di wilayah Kabupaten Muna. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pemeliharaan dinilai belum optimal.
Dari pantauan yang dilakukan tim redaksi di lokasi, sejumlah bagian masjid terlihat mulai mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Cat bangunan tampak memudar, hingga terlihat keretakan di berbagai sisi bangunan yang mengurangi kesan megah dari bangunan tersebut.
Padahal, lokasi masjid yang berada di tepi laut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Muna.

Minimnya perawatan itu dikhawatirkan akan berdampak lebih jauh jika tidak segera ditangani. Selain berpotensi mempercepat kerusakan bangunan, kondisi tersebut juga dapat menurunkan daya tarik wisata serta citra Kota Raha sebagai daerah yang memiliki warisan religius yang kuat.
Dengan potensi besar yang dimiliki, Masjid Al Munajat sejatinya dapat terus berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata religi unggulan. Namun, hal itu tentu membutuhkan komitmen berkelanjutan dalam hal perawatan, pengelolaan, dan perhatian dari berbagai pihak terkait.
Sebagai informasi, peresmian masjid tersebut dilakukan di awal 2017 sebagai proyeksi semangat pembangunan Kabupaten Muna. Gerakan Bupati Muna, Rusman Emba saat itu yang mempercepat penyelesaian masjid Al Markaz Al Islam Al Munajat telah membangkitkan kebanggaan dan rasa persaudaraan di kalangan masyarakat.
Penulis: Tim Redaksi
