Bulog Sultra Siapkan Bantuan Pangan Februari–Maret

Kakanwil Bulog Sultra
Benhur Ngkaimi

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Kanwil Sultra) mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan tahap pertama tahun 2026 untuk periode Februari–Maret.

Program itu menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan potensi gejolak harga menjelang ramadan dan Idulfitri.

Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, menegaskan kesiapan logistik di daerahnya cukup kuat. Saat ini Bulog menguasai stok beras sekitar 76 ribu ton, jumlah yang dinilai lebih dari memadai untuk menopang kebutuhan konsumsi sekaligus penyaluran bantuan sosial.

Baca Juga :  Sultra Jadi Bintang Baru Ekonomi Indonesia Timur

“Ketersediaan beras di gudang kami aman. Dengan perencanaan yang ada, stok ini bisa mencukupi hingga Lebaran, bahkan sampai pertengahan tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat menaikkan jumlah sasaran Penerima Bantuan Pangan (PBP) hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Di Sultra, penerima pada 2025 tercatat sekitar 187 ribu orang. Jika mengikuti skema nasional, jumlah itu berpotensi melonjak menjadi sekitar 350 ribu penerima pada periode Februari–Maret.

Dengan asumsi tersebut, Bulog Sultra menyiapkan sedikitnya 7 ribu ton beras serta sekitar 1,2 juta liter minyak goreng untuk disalurkan ke masyarakat.

Baca Juga :  BPR Bahteramas Kendari Optimalkan TI Sesuai POJK 34

Menurut Benhur, angka itu masih bersifat proyeksi sambil menunggu petunjuk teknis final dari pemerintah pusat.

“Kami menunggu apakah pembagiannya proporsional atau ada penyesuaian khusus untuk Sultra. Prinsipnya, kami siap berapa pun alokasi yang ditetapkan,” katanya.

Program bantuan pangan itu diharapkan menjadi penyangga penting saat konsumsi rumah tangga meningkat pada bulan puasa. Pada penyaluran sebelumnya, Bulog Sultra telah mendistribusikan sekitar 3,8 ribu ton beras.

Dengan adanya kenaikan sasaran, volume distribusi tahun ini diperkirakan bisa menembus 5 ribu ton untuk seluruh kabupaten/kota.

Baca Juga :  Langkah Mudah Tukar Uang Rusak Jadi Uang Baru

Selain beras, Bulog juga memperkuat stok komoditas pendukung. Gula pasir tersedia sekitar 170 ton dengan komitmen menjaga harga acuan di level Rp17.500 per kilogram.

Sementara stok minyak goreng di gudang mencapai 140 ribu liter, ditambah pasokan baru sekitar 400 ribu liter yang masih dalam perjalanan.

Benhur menambahkan, puncak panen di Sultra yang diprediksi berlangsung pada Maret–April 2026 akan semakin memperkuat cadangan pangan daerah. Bulog menargetkan penyerapan hingga 90 ribu ton dari rencana 120 ribu ton sampai Juni mendatang.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *