TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 179 mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIIKES) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari memasuki tahapan baru setelah mengikuti Yudisium Periode I Program Magister, Sarjana, dan Profesi Tahun Akademik 2026/2027.
Momentum yang digelar di Aula Lantai 3 kampus UMW pada Senin (21/9/2026) tersebut tidak hanya menjadi penanda selesainya rangkaian pendidikan. Para lulusan juga didorong memanfaatkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk ikut menjawab persoalan kesehatan di tengah masyarakat.
Dekan FIIKES UMW Kendari, Andi Asri mengatakan, masih banyak tantangan kesehatan yang membutuhkan keterlibatan tenaga profesional. Mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular hingga persoalan stunting menjadi bagian dari masalah yang perlu ditangani secara bersama.
Karena itu, ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Kompetensi yang telah diperoleh selama berada di bangku pendidikan diharapkan diterapkan melalui profesi, pengabdian, maupun kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diwujudkan melalui pengabdian dan kerja nyata di tengah masyarakat,” kata Andi.
Ia juga mengungkapkan adanya gagasan untuk membentuk konsorsium ahli kesehatan masyarakat yang melibatkan lulusan dan unsur mahasiswa FIIKES UMW. Pembahasan tersebut dilakukan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta lembaga-lembaga mahasiswa di tingkat program studi.

Menurut Andi, konsorsium tersebut nantinya dapat menjadi wadah untuk mempertemukan para ahli dan lulusan kesehatan masyarakat dalam membangun kolaborasi, bertukar pengetahuan, serta mencari kontribusi bersama terhadap berbagai persoalan kesehatan.
Ia berharap inisiatif tersebut dapat dimulai dari Sultra dan berkembang menjadi jejaring yang lebih luas di tingkat nasional. Para lulusan juga diharapkan membangun hubungan dengan tenaga dan ahli kesehatan masyarakat di berbagai daerah.
“Dengan demikian, para lulusan Universitas Mandala Waluya tidak hanya menjadi tenaga profesional yang bekerja di bidangnya masing-masing, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Yudisium Ari Tjahyadi Rafiuddin menjelaskan, yudisium merupakan salah satu tahapan akhir dalam proses pendidikan mahasiswa. Tahapan itu menjadi momentum pengukuhan kelulusan setelah mahasiswa menyelesaikan proses akademik dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Selain mengumumkan kelulusan, yudisium juga menjadi bagian dari proses penetapan gelar akademik secara resmi sesuai program studi dan jenjang pendidikan masing-masing peserta,” ujar Ari yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan 1 Bidang Akademik.
Yudisium Periode I tersebut dimulai sekitar pukul 09.10 WITA dan diikuti 179 mahasiswa. Peserta terdiri dari 10 mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (S2 Kesmas), 23 mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (S1 Kesmas), 132 mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, serta 14 mahasiswa Program Pendidikan Profesi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Dekan FIIKES UMW Nomor 976/UMW.08/9/2026 tentang Yudisium Periode Pertama Program Magister, Sarjana, dan Profesi FIIKES UMW Tahun Akademik 2026/2027.
Dengan berakhirnya tahapan yudisium, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar dan kompetensi profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadikan ilmu kesehatan yang diperoleh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.(*)
Laporan: Ismu
