Sebulan Lebih Jalani Perawatan, Jemaah Haji Lansia Asal Konawe Meninggal di Makkah

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Kabar duka kembali datang dari jemaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang jemaah asal Kabupaten Konawe, Hj Hanatia, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Arab Saudi selama lebih dari sebulan.

Hj Hanatia merupakan jemaah haji Sultra Kloter UPG-35 asal Kabupaten Konawe. Ia mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 14.50 Waktu Arab Saudi (WAS) di Saudi National Hospital, Makkah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, pihaknya baru menerima konfirmasi terkait wafatnya jemaah yang sebelumnya masih menjalani perawatan di Arab Saudi.

Menurut Lalan, Hj Hanatia mulai mendapatkan perawatan medis setelah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji. Jemaah tersebut telah mengikuti rangkaian Armuzna dan wukuf sebelum kondisi kesehatannya menurun dan harus mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Baca Juga :  Kelelahan Usai Penerbangan, Jemaah Haji Lansia Asal Konawe Digendong Turun dari Pesawat di Makassar

“Beliau masuk rumah sakit setelah rangkaian utama ibadah haji selesai. Setelah menyelesaikan Armuzna dan wukuf, beliau kemudian mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Setelah itu langsung dibawa dan dirawat di rumah sakit,” ujar Lalan.

Ia menyebut, informasi awal yang diterimanya menyatakan kondisi kesehatan Hj Hanatia berkaitan dengan faktor usia. Namun, pihaknya belum menyampaikan diagnosis medis secara spesifik karena masih menunggu keterangan dari dokter yang menangani.

“Informasi sementara yang saya terima, kondisi tersebut berkaitan dengan faktor usia. Namun, untuk mengetahui secara detail penyakit atau penyebab medisnya, nanti harus dikonfirmasi kepada dokter kloter atau ketua kloter,” jelasnya.

Baca Juga :  Keluarga Dua Jemaah Haji Sultra yang Meninggal di Makkah Bakal Dapat Asuransi

Selama menjalani perawatan, Hj Hanatia tetap mendapatkan pendampingan dari petugas Indonesia di Arab Saudi. Setelah operasional haji berakhir, jamaah yang masih menjalani perawatan berada dalam pemantauan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah yang membawahi wilayah Makkah dan Madinah.

Pendampingan tersebut melibatkan petugas, tenaga medis dan staf, serta dilakukan melalui koordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi. Keluarga jemaah juga telah diberikan akses komunikasi langsung dengan petugas yang mendampingi sehingga dapat memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi pasien.

“Komunikasi dengan keluarga juga terus dilakukan. Keluarga jamaah sudah mendapatkan kontak langsung dengan petugas yang mendampingi di Arab Saudi sehingga perkembangan kondisi pasien dapat diketahui secara langsung,” kata Lalan.

Baca Juga :  Jemaah Haji Kolaka yang Tertunda Pulang Karena Sakit Akan Ikut Kloter 39 ke Tanah Air, Dua Lainnya Masuk ICU

Terkait pemakaman, Lalan menjelaskan bahwa jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi pada prinsipnya akan dimakamkan di wilayah tempat mereka wafat. Dengan demikian, Hj Hanatia yang meninggal di Makkah akan dimakamkan di Makkah.

Sebelum wafatnya Hj Hanatia, masih terdapat dua jemaah haji asal Sultra yang menjalani perawatan di Arab Saudi. Masing-masing berasal dari Kabupaten Kolaka dan Konawe. Setelah Hj Hanatia meninggal dunia, pemantauan terhadap jemaah yang masih dirawat terus dilakukan.

Dengan wafatnya Hj Hanatia, jumlah jemaah haji asal Sultra yang meninggal dunia pada musim haji 2026 tercatat menjadi empat orang. Tiga jemaah sebelumnya telah lebih dahulu meninggal dunia, sebelum kemudian disusul Hj Hana Tia dari Kabupaten Konawe.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *