TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini semakin mengandalkan pengolahan data.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sultra rutin memantau sejumlah indikator melalui Algoritma Road Safety untuk membaca perkembangan keselamatan lalu lintas secara terukur.
Pemantauan dilakukan melalui laporan harian yang menjadi bagian dari evaluasi kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polda Sultra. Berbagai indikator dianalisis untuk mengetahui perubahan tingkat fatalitas sekaligus menjadi bahan dalam menyusun langkah pencegahan.
Pada pengukuran Selasa (18/8/2026), Case Fatality Rate (CFR) tercatat sebesar 0,00 persen. Angka tersebut masih berada pada posisi yang sama dibandingkan hasil pengukuran sehari sebelumnya.
Indikator lainnya juga menunjukkan kondisi stabil. Indeks Fatalitas berbasis Populasi tercatat 0,000, sementara Indeks Fatalitas berbasis Kendaraan berada di angka 0,0000. Tidak terdapat perubahan pada kedua indikator tersebut dibandingkan pengukuran sebelumnya.
Bagi Ditlantas Polda Sultra, angka-angka tersebut bukan sekadar data statistik. Pengukuran dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi keselamatan lalu lintas sekaligus menjadi pijakan dalam menentukan intervensi yang diperlukan.
Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol Dr. Argowiyono mengatakan, konsistensi dalam memantau indikator keselamatan merupakan bagian penting dari upaya membangun lalu lintas yang semakin aman. Pendekatan berbasis data memungkinkan evaluasi dilakukan secara lebih terarah.
“Setiap perkembangan indikator dapat menjadi bahan untuk melihat efektivitas langkah yang telah dilakukan sekaligus menentukan strategi pencegahan berikutnya,” ungkapnya.
Ditlantas Polda Sultra berkomitmen melanjutkan pemantauan secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan kecelakaan dan menekan risiko fatalitas di jalan raya.
Dengan pemanfaatan Algoritma Road Safety, keselamatan lalu lintas di Sultra tidak hanya dipantau berdasarkan kondisi di lapangan, tetapi juga melalui indikator yang dapat diukur dan dievaluasi secara berkelanjutan.(*)
Laporan: Ismu
