TOLANOSULTRA.COM, KONSEL – Pemerintah mulai memperkuat dukungan terhadap petani di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui bantuan sarana produksi dan rencana penguatan infrastruktur pertanian.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Rembuk Tani yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) pada Rabu (7/10/2026).
Salah satu bantuan yang diterima petani berupa 3 ton pupuk non-subsidi. Bantuan itu terdiri dari 1,5 ton Urea dan 1,5 ton NPK.
Bagi petani, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam proses budidaya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana produksi, sehingga petani tidak harus menanggung seluruh kebutuhan pupuk dari biaya sendiri.
Dukungan terhadap kebutuhan produksi juga diarahkan pada persoalan ketersediaan air. Pemerintah membuka dukungan bantuan pompa air melalui mekanisme pengajuan, terutama untuk membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan lahan.
Ketersediaan pompa air diharapkan dapat menjadi alternatif ketika pasokan air ke lahan tidak mencukupi. Dengan dukungan tersebut, pengelolaan lahan pertanian diharapkan menjadi lebih optimal dan risiko gangguan produksi akibat keterbatasan air dapat ditekan.
Tidak hanya bantuan jangka pendek, pemerintah juga membahas percepatan pembangunan bendungan sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertanian. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian dalam jangka lebih panjang.
Jika dukungan sarana produksi, pengairan dan infrastruktur berjalan beriringan, petani diharapkan memiliki kondisi yang lebih mendukung untuk meningkatkan produktivitas. Dampaknya tidak hanya pada hasil pertanian, tetapi juga pada keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani.
Dalam dialog tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga menyampaikan kebijakan pemerintah untuk menjaga harga gabah di tingkat petani hingga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan harga tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani setelah menghasilkan komoditas pertanian.
Selain bantuan pupuk dan dukungan pengairan, pemerintah juga mendorong mekanisasi pertanian serta penggunaan bibit dan varietas unggul. Langkah tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong hasil produksi.
Gubernur ASR menilai penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Petani juga membutuhkan dukungan sarana produksi, teknologi, mekanisasi dan infrastruktur agar kegiatan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Karena itu, Pemprov Sultra terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh, kelompok tani dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kolaborasi tersebut diharapkan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan,” ujar Gubernur ASR.
Melalui dukungan tersebut, pemerintah menargetkan sektor pertanian semakin kuat dalam menopang ketahanan pangan daerah. Di sisi lain, petani diharapkan memperoleh manfaat langsung berupa dukungan terhadap biaya produksi, ketersediaan air dan kepastian pemasaran hasil pertanian.(*)
Laporan: Ismu
