Pemprov Sultra Gelontorkan Rp35 Miliar Bangun 10 Sarana Olahraga Lakidende

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) meninjau lokasi pembangunan pada Senin (12/10/2026) sore untuk memastikan kesiapan proyek sebelum pekerjaan fisik dimulai.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalokasikan anggaran Rp35 miliar untuk pembangunan tahap pertama kompleks olahraga Lakidende di Kota Kendari pada 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun 10 sarana olahraga terpadu. Fasilitas itu dirancang untuk menyediakan lebih banyak pilihan aktivitas olahraga bagi masyarakat.

Sepuluh sarana yang masuk dalam pembangunan tersebut meliputi lapangan tenis indoor dan outdoor, padel, golf, mini soccer, kolam renang beserta tribun, plaza pentas seni outdoor, softball, basket, skateboard, serta sepatu roda.

Baca Juga :  Ekspor Perdana 15 Ton Ubur-Ubur Senilai Rp300 Juta Dilepas dari Baubau ke Tiongkok

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) meninjau lokasi pembangunan pada Senin (12/10/2026) sore untuk memastikan kesiapan proyek sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Peninjauan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Mutual Check (MC)-0, yakni pemeriksaan awal untuk mencocokkan dokumen perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan sebelum konstruksi berjalan.

Gubernur ASR berharap kompleks olahraga Lakidende dapat dimanfaatkan masyarakat setelah pembangunan rampung. Menurutnya, fasilitas tersebut disiapkan sebagai kawasan olahraga terpadu yang mendukung aktivitas olahraga masyarakat Sultra.

Baca Juga :  Setelah Same Hotel, Pemprov Sultra Bakal Periksa Ulang Kerja Sama Aset Lippo Plaza

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Lenni Kartika mengatakan, pembangunan senilai Rp35 miliar itu dijadwalkan berlangsung selama 80 hari kerja atau sekitar 2,5 bulan.

Pekerjaan fisik dimulai Selasa (13/10/2026) dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Untuk mengejar tenggat tersebut, pelaksana menerapkan sistem kerja dua sif, yakni pagi dan malam, dengan pembagian tenaga kerja berbeda.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Anggarkan Rp25 Miliar di APBD 2026 untuk Rehabilitasi RTHL

Lenni menjelaskan, pengawasan dilakukan bersama manajemen konstruksi melalui pemantauan progres setiap hari serta evaluasi mingguan dan bulanan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

“Saya sangat optimis bisa selesai tepat waktu. Semoga kita selalu dibimbing, dan pengerjaan ini dapat selesai tepat waktu, serta memiliki mutu yang baik kualitasnya,” ujarnya.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *