TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Kesempatan belajar tak lagi terbatas di ruang kelas. Bagi mahasiswa STIE Enam Enam Kendari, pengalaman langsung di dunia kerja internasional menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan global.
Hal itu kini dijalani mahasiswa Program Studi Manajemen, Alif Alfajri yang dipercaya mengikuti program magang internasional di Taiwan selama enam bulan.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberi kesempatan mahasiswa mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperluas wawasan di lingkungan kerja multinasional.
Alif menjalani magang di Jing Yuan Tian Co., Ltd., Taipei City, Taiwan. Sejak tiba pada pertengahan Juli 2026, ia mulai beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan, budaya masyarakat setempat, hingga pola komunikasi yang berbeda dengan Indonesia.
Menurut Alif, bekerja di luar negeri memberikan tantangan sekaligus pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui proses perkuliahan. Ia dituntut untuk mampu berpikir cepat, disiplin, serta menjalin komunikasi dengan rekan kerja yang berasal dari latar belakang budaya berbeda.
“Program magang ini memberikan kesempatan kepada saya untuk mendapatkan pengalaman bekerja di lingkungan internasional, mempelajari budaya kerja di Taiwan, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Program magang tersebut berlangsung selama satu semester atau enam bulan dengan opsi perpanjangan hingga satu tahun. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktik kerja, tetapi juga kesempatan membangun jejaring profesional yang dapat menjadi modal dalam mengembangkan karier di masa mendatang.
Di luar aktivitas di perusahaan, Alif juga memanfaatkan waktunya untuk mengenal budaya Taiwan. Ia mengunjungi sejumlah ruang publik, termasuk New Taipei Metropolitan Park, guna memahami kehidupan sosial masyarakat setempat sebagai bagian dari proses pembelajaran lintas budaya.
Baginya, pengalaman internasional tersebut menjadi investasi berharga untuk meningkatkan kualitas diri. Selain memperkuat keterampilan teknis di bidang manajemen, program itu juga melatih kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, penyelesaian masalah, dan kerja sama dalam lingkungan global.
“Melalui program ini, saya berharap dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang nantinya bisa diterapkan setelah kembali ke Indonesia. Program ini juga dapat membuka peluang karier internasional pada masa mendatang,” katanya.
Keikutsertaan Alif menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa asal Sultra memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat internasional. STIE Enam Enam Kendari pun terus mendorong mahasiswanya mengikuti berbagai program akademik maupun nonakademik di luar negeri sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing.
Alif berharap pengalamannya dapat menginspirasi mahasiswa lain agar berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan setiap peluang yang tersedia. Menurutnya, kesiapan mental, kemampuan berbahasa, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci untuk meraih kesempatan di kancah internasional.
“Jangan takut mencoba kesempatan baru. Persiapkan kemampuan, mental, dan komunikasi dengan baik. Pengalaman internasional akan memberikan pelajaran yang sangat berharga, baik untuk karier maupun pengembangan diri,” pungkasnya.
Laporan: Ismu
