HUT ke-81 RI, SMAN 2 Kendari Perkuat Disiplin Digital dan Jiwa Wirausaha Siswa

Peresmian koperasi sekolah di SMAN 2 Kendari. (Ismu/Tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – SMAN 2 Kendari memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadirkan sejumlah program inovatif untuk memperkuat karakter dan potensi peserta didik.

Kegiatan yang digelar di SMAN 2 Kendari pada Rabu (12/8/2026) tidak hanya diisi dengan penampilan siswa seperti drum band, tetapi juga dirangkaikan dengan peluncuran loker siswa, program pengelolaan sampah, serta Koperasi Gerakan Mandiri dan Amanah.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra), Aris Badara mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat sekaligus membangun karakter positif.

“Ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan minat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum ini kami isi dengan berbagai kegiatan positif dan edukatif,” ujar Aris.

Baca Juga :  Wamendikdasmen Pastikan Program Presiden Sentuh Anak Suku Bajo di Wakatobi

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah penyediaan loker bagi siswa. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi kebijakan pembatasan penggunaan gawai di sekolah, sehingga siswa tidak bebas menggunakan telepon seluler selama proses pembelajaran.

Aris menegaskan, pembatasan gawai bukan berarti sekolah menutup akses siswa terhadap teknologi. Menurutnya, perangkat digital tetap dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Pembatasan penggunaan gawai bukan berarti menghilangkan digitalisasi pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi tetap kita manfaatkan, tetapi penggunaannya harus lebih terarah dan bijaksana,” jelasnya.

SMAN 2 Kendari memperkuat disiplin digital dan jiwa wirausaha siswa lewat loker, koperasi, pengelolaan sampah, serta kegiatan HUT ke-81 RI. (Ismu/Tolanosultra.com)

Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida mengungkapkan penyediaan loker telah mulai diterapkan sejak Juli 2026. Hingga saat ini, progres penyediaan loker di sekolah tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya pada Agustus.

Baca Juga :  476 Mahasiswa STIE Enam Enam Kendari Diterjunkan ke 115 Lokasi KKL

“Ini merupakan implementasi dari surat edaran terkait pembatasan penggunaan gawai bagi siswa. Pelaksanaannya sudah kami mulai sejak Juli dan saat ini progresnya sekitar 70 persen,” kata Nur Aida.

Menurutnya, pengaturan penggunaan HP diperlukan untuk menjaga konsentrasi siswa selama mengikuti pelajaran. Pasalnya, penggunaan gawai tanpa batas berpotensi membuat siswa mengakses media sosial atau konten lain yang tidak berkaitan dengan materi pembelajaran.

“Bukan berarti HP dilarang sepenuhnya. Ada saatnya gawai digunakan untuk mendukung pembelajaran dan ada saatnya disimpan agar siswa dapat fokus mengikuti proses belajar,” ujarnya.

Selain penguatan disiplin digital, SMAN 2 Kendari juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang pengembangan bakat siswa. Sekolah menyiapkan empat kategori lomba, yakni akademik, olahraga, kreativitas, dan kreativitas berbasis digital yang berlangsung selama tiga hari hingga Jumat.

Baca Juga :  10 Balon Rektor UHO Adu Visi Misi, Plt Rektor: Bukan Siapa yang Ingin, Tapi yang Punya Visi Cerdas

Di sisi lain, peluncuran Koperasi Gerakan Mandiri dan Amanah menjadi langkah sekolah dalam memperkenalkan dunia usaha kepada siswa sejak dini. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Muhammad Shalihin mengatakan, koperasi sekolah dapat menjadi sarana praktik bagi siswa untuk belajar berorganisasi sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan.

“Koperasi sekolah merupakan bagian dari pembelajaran kepada siswa tentang bagaimana berusaha dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Siswa bisa belajar menjalankan sekaligus mengelola koperasi,” ungkap Shalihin.

Kata dia, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra siap memberikan pendampingan serta edukasi kepada sekolah. Bahkan, pihaknya berencana berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendorong pendidikan perkoperasian agar dapat terintegrasi dalam pembelajaran.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *