TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), meminta aparatur sipil negara (ASN) memperkuat integritas dan disiplin kerja, sekaligus mendorong percepatan realisasi anggaran pemerintah provinsi yang baru mencapai 62,31 persen hingga minggu kedua Oktober 2026.
Arahan tersebut disampaikan saat ASR memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lapangan Kantor Gubernur Sultra pada Senin (19/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah, staf ahli gubernur, para asisten sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat administrator dan fungsional, serta ASN lingkup Pemprov Sultra.
ASR mengingatkan bahwa disiplin merupakan bagian mendasar dari tanggung jawab ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menyoroti masih adanya pegawai yang terlambat mengikuti upacara dan meminta seluruh aparatur menjadikan kedisiplinan sebagai kebiasaan, baik dalam kegiatan resmi maupun saat menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Ia menegaskan, ASN harus mampu menunjukkan hasil kerja yang nyata melalui profesionalisme dan tanggung jawab sesuai tugas masing-masing. Dalam hal pengembangan karier, kesempatan menduduki jabatan harus didasarkan pada kompetensi serta persyaratan yang berlaku.
Informasi mengenai jabatan yang tersedia juga dapat diakses melalui situs web.
Mengenai kinerja anggaran, ASR meminta Penjabat Sekda bersama seluruh OPD segera mengevaluasi realisasi belanja yang masih berada di angka 62,31 persen. Evaluasi tersebut diperlukan untuk menemukan hambatan pelaksanaan program sekaligus menentukan langkah percepatan pada sisa waktu tahun anggaran 2026.
Menurutnya, percepatan realisasi harus dilakukan secara terencana dan tetap mengutamakan efektivitas penggunaan anggaran. Setiap program perlu memiliki capaian yang jelas dan terukur agar pelaksanaannya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administrasi.
Selain persoalan kedisiplinan dan anggaran, ASR mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi dampak kemarau berkepanjangan. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikannya, Sultra diperkirakan menjadi provinsi dengan periode kemarau terlama kedua di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran.
Gubernur juga menaruh perhatian pada kabut asap yang menyebabkan kualitas udara tidak sehat. Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta meminta OPD terkait melakukan pengecekan dan penanganan sesuai kewenangan. Langkah antisipasi diperlukan untuk menekan dampak asap dan kekeringan yang dapat mengganggu aktivitas warga.
Menutup arahannya, ASR mengajak ASN membangun integritas dengan mengutamakan kontribusi bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pengabdian tidak semestinya hanya berorientasi pada apa yang diperoleh, melainkan pada apa yang dapat diberikan melalui tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Setiap amanah, lanjutnya, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dipertanggungjawabkan, baik kepada pimpinan maupun kepada Allah SWT.
