TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pelaku UMKM bakal mendapat ruang khusus dalam pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra). OJK Sultra bersama industri jasa keuangan menyiapkan UMKM Expo yang akan melibatkan lebih dari 40 pelaku usaha.
Agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan UMKM dengan masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan sektor usaha dengan industri jasa keuangan.
UMKM tidak hanya diposisikan sebagai peserta pameran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap layanan dan pembiayaan yang tersedia di industri jasa keuangan.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha menilai, penguatan inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan sektor usaha masyarakat.
“Semakin terbukanya akses UMKM terhadap produk dan layanan keuangan dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi pelaku usaha dalam mengembangkan skala bisnisnya,” ungkap Bismi dalam keterangan resminya.
Karena itu, rangkaian BIK 2026 akan melibatkan industri jasa keuangan secara lebih aktif. Selain membuka booth, PUJK didorong menghadirkan kegiatan yang memberikan edukasi serta informasi kepada masyarakat dan pelaku UMKM.
Konsep tersebut diharapkan membuat pelaksanaan BIK tidak berhenti pada transaksi atau promosi produk. Masyarakat dan UMKM juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mereka.
Dengan melibatkan lebih dari 40 UMKM, agenda expo diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang terbentuknya jejaring antara pelaku usaha dengan industri jasa keuangan.
OJK Sultra berharap keterlibatan UMKM dalam BIK 2026 dapat memperkuat ekosistem ekonomi daerah dan mendorong semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan layanan keuangan secara tepat dan berkelanjutan.(*)
Laporan: Ismu
