TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK-KBIHU) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah profesional angkatan pertama yang akan diselenggarakan di Sultra.
Program perdana tersebut direncanakan mulai dibuka pada Oktober 2026. Peserta ditargetkan 80 hingga 100 orang dan pendaftarannya terbuka untuk masyarakat umum.
DPW FK-KBIHU Sultra juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan DPW FK-KBIHU Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mengutus setidaknya 30 peserta dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPW FK-KBIHU Sultra, H. Jumaddin Teba mengatakan, pelaksanaan sertifikasi ditindaklanjuti setelah pihaknya mendapat rekomendasi dari Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya.
Persiapan juga dilakukan melalui koordinasi dengan UIN Makassar. Bahkan, kerja sama kedua pihak telah dituangkan dalam MoU yang ditandatangani di hadapan peserta sertifikasi pembimbing haji profesional angkatan keempat di Asrama Haji Makassar.
“Perjalanan kami ke Makassar kemarin salah satunya untuk berkoordinasi langsung dengan Rektor UIN Makassar terkait rencana penyelenggaraan sertifikasi pembimbing ibadah haji profesional angkatan pertama di Sulawesi Tenggara,” ujar Jumaddin.
Dalam kerja sama tersebut, UIN Makassar berperan dalam penyelenggaraan kegiatan serta penyediaan narasumber dan materi. Sertifikasi juga akan melibatkan narasumber dari Kemenhaj RI serta berpeluang menghadirkan DPP FK-KBIHU untuk memberikan pengalaman praktis pembimbingan jemaah.
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah syarat, yakni telah menunaikan ibadah haji, berpendidikan minimal S1 semua jurusan atau lulusan Pondok pesantren, dan berusia sekurang-kurangnya 25 tahun.
Dewan Pembina DPW FK-KBIHU Sultra, L.M. Harafah menambahkan, sertifikasi tersebut penting untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menambah jumlah pembimbing profesional di Sultra.
Menurutnya, kebutuhan pembimbing cukup besar mengingat jumlah jemaah haji Sultra pada 2026 mencapai sekitar 2.070 orang. Sementara jumlah pembimbing bersertifikat belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan pendampingan jemaah.
“Karena itu, sertifikasi angkatan pertama ini sangat bermanfaat untuk menambah jumlah pembimbing yang memiliki kompetensi dan sertifikasi profesional di Sultra,” katanya.
Ia berharap program yang telah lebih dahulu berjalan di sejumlah daerah di Pulau Jawa tersebut dapat menjadi awal penguatan profesionalitas pembimbing haji di Sultra.
Jadwal pendaftaran masih menunggu terbitnya surat perintah dari UIN Makassar. Setelah diterbitkan, panitia akan mengumumkan jadwal pendaftaran dan pelaksanaan sertifikasi secara lengkap.(*)
Laporan: Ismu
