TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai rumah kos di Lorong Laute 5, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari, dilalap si jago merah pada Senin (3/8/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.18 WITA itu mengakibatkan bangunan mengalami kerusakan berat, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kepala Seksi Publikasi dan Kerja Sama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Martoyo Awaluddin mengatakan, laporan kebakaran diterima setelah warga datang langsung ke Markas Komando Damkarmat untuk meminta bantuan.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan lima unit armada, termasuk armada dari Pos Boulevard dan satu unit penyelamat (rescue), agar proses pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Martoyo.
Kata dia, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.23 WITA atau lima menit setelah kejadian dilaporkan. Saat itu api masih berkobar dan menghanguskan sebagian besar bangunan, sehingga petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
Setelah api berhasil dikendalikan, tim Damkarmat melanjutkan proses pendinginan dengan memeriksa seluruh bagian bangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan pendataan di lokasi, bangunan yang terbakar merupakan rumah sekaligus rumah kos milik Sahrul Gunawan. Sejumlah penghuni kos turut terdampak dalam peristiwa tersebut. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa.
Martoyo menambahkan, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih didalami oleh pihak berwenang. Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Selain itu, koordinasi antara masyarakat, Damkarmat, PLN, dan kepolisian dinilai penting agar penanganan kejadian darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Kami mengajak masyarakat melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” tutup Martoyo.(*)
Laporan: Ismu
