Investasi di Sultra Semester I 2026 Tembus Rp18,5 Triliun, Kolaka Mendominasi

La Ode Muhammad Nurjaya.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Semester I Tahun 2026 mencapai Rp18,55 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp11,37 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,18 triliun, dengan total serapan tenaga kerja mencapai 10.463 orang, terdiri dari 10.113 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 350 tenaga kerja asing (TKA).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sultra, La Ode Muhammad Nurjaya mengatakan, capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Sultra masih tumbuh positif dan menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Express Cantika 07 Mulai Operasi pada 8 Februari 2025, Raha-Kendari Hanya 2,5 Jam

“Realisasi investasi pada Semester I ini sudah mencapai Rp18,55 triliun atau sekitar 51,22 persen dari target investasi Sultra tahun 2026 sebesar Rp36,22 triliun. Ini menjadi modal yang baik untuk mengejar target hingga akhir tahun,” ujarnya di Kendari pada Senin (3/8/2026).

Pada triwulan I, realisasi investasi di Sultra kurang lebih Rp13 triliun. Sementara pada triwulan II, realisasi investasi mencapai Rp5,4 triliun.

Berdasarkan data DPM-PTSP Sultra, Kabupaten Kolaka menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp11,52 triliun. Capaian tersebut menyumbang sekitar 62 persen dari total investasi Sultra pada Semester I 2026.

Baca Juga :  Jumlah IKM Sultra Tembus 17.308 Unit, Serap Hampir 56 Ribu Tenaga Kerja

Di posisi berikutnya terdapat Kabupaten Konawe Utara (Konut) dengan investasi Rp3,02 triliun, disusul Kabupaten Konawe Rp2,01 triliun, Kota Kendari Rp701,35 miliar, dan Kabupaten Bombana Rp482,68 miliar.

Nurjaya menjelaskan, dominasi investasi di Kolaka didorong oleh kuatnya sektor hilirisasi mineral yang masih menjadi motor penggerak investasi di Sultra. Menurutnya, keberadaan kawasan industri dan proyek pengolahan nikel memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai investasi daerah.

Hal itu sejalan dengan komposisi investasi berdasarkan sektor usaha. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya menjadi sektor dengan realisasi investasi terbesar senilai Rp9,69 triliun, diikuti sektor Pertambangan sebesar Rp5,15 triliun, Perdagangan dan Reparasi Rp888,53 miliar, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp760,01 miliar, serta Listrik, Gas dan Air sebesar Rp647,17 miliar.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Andalkan PPPK Isi Kekosongan ASN, Rekrutmen Baru Ditiadakan

Dari sisi asal negara, investasi asing di Sultra masih didominasi Singapura dengan nilai Rp6,68 triliun, disusul Kanada sebesar Rp2,27 triliun dan Hong Kong Rp2,07 triliun. Investasi dari ketiga negara tersebut sebagian besar mengalir ke sektor pengolahan dan hilirisasi mineral yang menjadi unggulan Sultra.

Akan capaian tersebut, DPM-PTSP Sultra optimistis tren investasi yang terus meningkat akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sultra.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *