TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Seleksi ketat mewarnai program beasiswa senilai Rp1,8 miliar yang digagas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR).
Dari sekitar 3.000 pelamar yang telah mendaftar sejak tahun lalu, hanya 150 mahasiswa yang akan menerima bantuan tersebut.
Proses itu dipastikan tidak membuka pendaftaran baru. Seluruh penerima dipilih dari berkas lama yang kini tengah diseleksi oleh tim khusus bentukan gubernur.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir mengatakan, kebijakan itu diambil untuk menjaga konsistensi proses seleksi sekaligus mempercepat penyaluran bantuan.
“Penerima diambil dari data pelamar sebelumnya. Tidak ada rekrutmen tambahan,” ujarnya pada Senin (27/4/2026).
Dari 150 penerima, mayoritas berasal dari jenjang S1 sebanyak 100 orang. Sementara itu, 30 mahasiswa dari jenjang S2 dan 20 mahasiswa S3 juga masuk dalam daftar penerima.
Nilai bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Mahasiswa S1 akan memperoleh Rp7,5 juta, S2 sebesar Rp15 juta, dan S3 mencapai Rp30 juta per orang.
Menariknya, seluruh dana beasiswa dipastikan diterima utuh tanpa potongan.
Pemerintah bahkan membuka ruang pengaduan jika ditemukan adanya indikasi pemangkasan dana di lapangan.
Langkah penggunaan dana pribadi gubernur menjadi sorotan tersendiri. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak mahasiswa, di tengah proses pencairan anggaran pemerintah yang masih tertunda.
Beasiswa dari APBD 2026 belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena terkendala administrasi. Penyalurannya baru dimungkinkan melalui skema APBD Perubahan.
Menurut Andi Syahrir, mekanisme pengelolaan anggaran negara memang tidak sederhana. Berbagai aturan harus dilalui untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.
Di sisi lain, dana pribadi memberikan fleksibilitas lebih dalam merespons kebutuhan cepat masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.
Sebagai informasi, program beasiswa itu pertama kali diumumkan oleh gubernur saat menghadiri acara undian Bank Sultra bertajuk Banghoki di kawasan MTQ Kendari, Sabtu (26/4/2026). Jika sesuai jadwal, penyaluran bantuan pendidikan tersebut akan mulai dilakukan pada Mei 2026.
Penulis: Tim Redaksi
