Gubernur ASR Sukses Dapatkan 10 Ribu Ha Sawah Baru

Sawah Sultra
Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (26/3/2026).

TOLANOSULTRA.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kembali memperoleh dukungan besar di sektor pertanian.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka atau yang akrab disapa ASR, berhasil mendorong tambahan program cetak sawah rakyat seluas 10 ribu hektare dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (26/3/2026).

Kehadiran Gubernur ASR dalam forum tersebut tidak sekedar memenuhi undangan sebagai pembicara, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat dan memperluas jejaring pembangunan lintas sektor.

Baca Juga :  2.600 Petugas Sensus Ekonomi Mulai Bergerak di Sultra, BPS Minta Masyarakat Tak Ragu Berikan Data

“Kepemimpinan harus dilandasi integritas dan semangat pengabdian. Untuk itu, sangat penting untuk memberi kontribusi nyata bagi negara, bukan sekedar menuntut hasil,” tegas ASR.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, terbentuk dari perjalanan hidupnya sejak kecil di Sultra, termasuk saat tinggal di Pulau Wawonii. Pengalaman itu membentuk komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur ASR Turunkan Pajak Kendaraan Keluaran Sebelum 2025 hingga 23 Persen

Dukungan konkret terhadap Sultra disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang mengumumkan tambahan program cetak sawah rakyat seluas 10 ribu hektare.

Program itu ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mempercepat target swasembada. Dengan tambahan tersebut, total luas cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare, naik signifikan dari sebelumnya 14.050 hektare.

Baca Juga :  Empat Siswa SMKN 1 Kendari Siap Harumkan Sultra di Ajang LKSN Tingkat Nasional

Peningkatan itu diyakini akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian.

Langkah itu juga sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Sultra yang menjadikan sektor pangan sebagai prioritas utama, terutama melalui pengembangan konsep agromaritim.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *