TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Ujian Madrasah (UM) tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dimulai pada Senin (2/3/2026).
Pembukaan dipusatkan di MAN 1 Kendari dan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, H. Mansur.
Sebanyak 5.425 siswa MA di seluruh Sultra mengikuti ujian secara serentak pada hari pertama pelaksanaan. Dari total tersebut, 377 peserta berasal dari MAN 1 Kendari yang menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan ujian tahun ini.
Dalam sambutannya, Kakanwil Mansur menegaskan bahwa ujian madrasah bukan sekedar rutinitas tahunan. Ia menyebutnya sebagai fase krusial yang menentukan arah masa depan siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di bangku madrasah.
“Ujian ini adalah pintu gerbang sekaligus alat evaluasi atas proses belajar yang panjang. Karena itu, ini merupakan momentum penting bagi para siswa,” ujarnya.
Menurut Mansur, keberhasilan pelaksanaan ujian bertumpu pada tiga elemen utama: siswa, guru, dan institusi. Bagi siswa, ujian menjadi ajang pembuktian kompetensi akademik sekaligus kesiapan menghadapi jenjang berikutnya.

Secara khusus, ia menyoroti posisi MAN 1 Kendari yang dinilai telah menunjukkan kualitas unggul. Mansur menekankan bahwa standar keberhasilan tidak lagi sekedar lulus, melainkan bagaimana siswa mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.
“Kita tidak lagi berbicara soal lulus atau tidak. Yang kita kejar adalah capaian dan daya saing, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil ujian akan menjadi representasi kualitas diri siswa, terutama saat melamar ke perguruan tinggi. Karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk menjadikan ujian sebagai momentum meningkatkan kapasitas diri.
Di sisi lain, Mansur menilai hasil ujian madrasah juga menjadi cerminan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru selama tiga tahun terakhir. Nilai yang diperoleh siswa akan menjadi bahan evaluasi objektif terhadap efektivitas penyampaian kurikulum.
Kata dia, mutu lulusan akan berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Jika para siswa mampu menunjukkan prestasi dan kualitas unggul, maka citra lembaga pendidikan pun akan semakin kuat.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, mengungkapkan bahwa 377 peserta ujian tahun ini berasal dari 11 kelas, terdiri atas 173 siswa laki-laki dan 204 siswa perempuan. Ujian dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 2 hingga 13 Maret 2026.
Pelaksanaan ujiannya dilakukan berbasis Computer Based Test (CBT), sistem yang telah diterapkan di madrasah tersebut dalam lima tahun terakhir guna mendukung transparansi dan efektivitas proses evaluasi.
Penulis: Tim Redaksi

Masyaallah semoga adik2 yg mengikuti ujian di berikan kelancaran. Amin ya rabbal alamin 🤲