TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Operasi pencarian terhadap korban kapal tenggelam di perairan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, berakhir dengan kabar menggembirakan.
Enam orang yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Keberhasilan tersebut dikonfirmasi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin.
Ia menyebutkan, para korban ditemukan oleh tim SAR gabungan bersama keluarga dan warga Desa Sikeli, Kabaena Barat, sekitar 16,6 kilometer arah timur dari titik dugaan awal kapal tenggelam.
“Seluruh korban sudah dievakuasi ke Pelabuhan Sikeli dalam keadaan selamat,” ujar Amiruddin.
Adapun enam korban yang berhasil diselamatkan masing-masing Sukri (47) selaku nakhoda, Musrif (47) kepala kamar mesin, Fatahuddin (53) juru mudi, serta tiga anak buah kapal (ABK) yakni Sleng (58), Kahri (49), dan Sirnan (45).
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR terhadap kecelakaan KLM Setia Kawan GT 105 resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban yang perlu dicari.
Sebelumnya, kapal tersebut berangkat pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 05.50 Wita dari Pelabuhan Sikeli menuju Pelabuhan Paria, Kecamatan Poleang. Kapal diketahui mengangkut tabung gas kosong.
Dalam pelayaran, kapal dilaporkan mengalami kebocoran pada bagian lambung. Air laut yang masuk tak dapat dibendung hingga akhirnya kapal tenggelam di sekitar perairan Poleang Timur.
Penulis: Tim Redaksi
