Safari Ramadan 2026, Ini Pesan Tegas Wagub Sultra

Safari Ramadan 2026
Hugua

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) tahun 2026 menghadirkan suasana religius yang sarat makna di Masjid Al Alam pada Jumat (20/2/2026) malam.

Kegiatan yang dipadati jamaah itu menjadi panggung penyampaian pesan tegas Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Hugua tentang pentingnya pengendalian diri dan penguatan solidaritas sosial di bulan suci.

Di hadapan masyarakat Kendari, Hugua menekankan bahwa ramadan bukan sekedar agenda ibadah tahunan. Menurutnya, puasa harus dimaknai sebagai proses pembentukan karakter yang berdampak langsung pada kehidupan sosial.

Baca Juga :  Gedung Kantor Gubernur Sultra Nyaris Rampung, Interior Tertahan Audit

Ia mengingatkan, berbagai persoalan di tengah masyarakat kerap bersumber dari ketidakmampuan mengendalikan ego.

“Puasa adalah latihan menahan diri. Dari sinilah lahir ketakwaan, yakni kemampuan mengontrol amarah, kesombongan, dan kepentingan pribadi yang bisa memicu konflik,” ujarnya.

Mengangkat tema “Puasa Sarana Mengendalikan Ego dan Melepaskan Kelekatan Duniawi”, Hugua menjelaskan bahwa pengendalian diri menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang harmonis.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Anggarkan Rp25 Miliar di APBD 2026 untuk Rehabilitasi RTHL

Menurutnya, kemenangan sejati bukan saat seseorang membalas emosi, melainkan ketika mampu bersabar dan memilih jalan bijak.

Safari ramadan itu juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran jajaran Pemprov Sultra disebut sebagai komitmen bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual serta sosial.

Hugua turut mengajak masyarakat menjadikan ramadan sebagai ruang memperkuat kepedulian sosial. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, serta menghidupkan semangat gotong royong dinilai sebagai wujud nyata dari nilai puasa.

Baca Juga :  Antisipasi Krisis Energi, Gubernur Sultra Siapkan Skema WFH untuk ASN

Ia berharap, nilai-nilai ramadan dapat melahirkan pribadi yang jujur dalam bekerja, adil dalam memimpin, dan peduli terhadap sesama.

Dengan demikian, bulan suci tidak berhenti sebagai ritual seremonial, tetapi menjadi sarana transformasi menuju Sultra yang religius, rukun, dan berkeadilan.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *