Nelayan 73 Tahun Asal Duruka yang Hilang di Perairan Bonea Ditemukan Selamat

TOLANOSULTRA.COM, MUNA – Seorang nelayan berusia 73 tahun yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Desa Bonea, Kabupaten Muna, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa sore (10/3/2026).

Korban diketahui bernama La Toiki (73), warga Desa Lasunupa, Kecamatan Duruka. Ia sebelumnya dilaporkan belum kembali setelah pergi melaut menggunakan longboat seorang diri.

Kepala Kanton Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin mengatakan, pihaknya melalui unit siaga SAR Muna langsung melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan dari pihak keluarga.

Baca Juga :  Lansia di Buton yang Hilang di Kebun Ditemukan Selamat

Pada pukul 14.40 WITA, tim rescue unit siaga SAR Muna tiba di lokasi kejadian, sekitar perairan pantai Desa Bonea dan segera melakukan penyisiran di area sekitar lokasi hingga sejauh 2,7 Km dari garis pantai.

Namun, pada pukul 17.30 WITA, tim menerima informasi dari pihak keluarga bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan selamat.

“Korban ditemukan sekitar 4 Km arah timur dari lokasi pada pukul 16.00 WITA oleh keluarga bersama masyarakat setempat, kemudian langsung dievakuasi ke rumahnya,” ucap Amiruddin dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Nelayan 73 Tahun Asal Kecamatan Duruka Dilaporkan Hilang di Perairan Bonea

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR terhadap nelayan yang sebelumnya dilaporkan belum kembali dari melaut dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Sebagai informasi, peristiwa itu bermula pada 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WITA, ketika korban bersama sejumlah rekannya berangkat melaut untuk mencari ikan menggunakan beberapa longboat.

Baca Juga :  Nelayan Tamborasi yang Dilaporkan Hilang Berhasil Selamat Berkat Gabus

Sekitar pukul 14.30 WITA, korban terakhir terlihat oleh rekannya menuju arah perairan Bonea untuk menjaring ikan. Pada 9 Maret 2026 pukul 12.00 WITA, sembilan rekannya telah kembali dari melaut ke desa, namun korban belum kembali.

Keluarga dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi korban belum ditemukan hingga laporan diteruskan kepada pihak SAR.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *