TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Prof. Yassierli mengingatkan perguruan tinggi agar mulai menyiapkan talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global. Menurutnya, dunia kerja ke depan akan mengalami perubahan besar yang harus diantisipasi sejak sekarang.
Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum bertema Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (5/8/2026).
Yassierli menyebut sedikitnya ada empat sektor ekonomi yang berpotensi tumbuh pesat, yakni ekonomi digital dan kreatif, ekonomi berbasis AI dan teknologi, ekonomi hijau (green economy), serta care and people-centered economy. Keempat sektor tersebut dinilai akan membuka berbagai jenis pekerjaan baru sekaligus mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perubahan paling nyata. Teknologi seperti ChatGPT, Gemini, dan platform AI lainnya kini mampu membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat. Namun, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu dan tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta tanggung jawab,” ungkapnya.
Selain AI dan digitalisasi, transisi menuju ekonomi hijau juga akan semakin kuat. Perusahaan yang ingin bersaing dalam rantai perdagangan global dituntut memperhatikan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, termasuk energi terbarukan seperti tenaga surya, air dan panas bumi.
Perubahan demografi juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui sektor care economy. Meningkatnya angka harapan hidup membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan, perawatan lansia dan layanan yang berorientasi pada manusia ikut berkembang. Yassierli mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara yang menghadapi peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.
Di sisi lain, perkembangan teknologi tidak hanya menciptakan pekerjaan baru, tetapi juga berpotensi mengubah bahkan menghilangkan sebagian pekerjaan lama. Karena itu, Yassierli menekankan pentingnya upskilling dan reskilling. Ia menyebut sekitar 59 persen pekerja membutuhkan peningkatan atau pembaruan keterampilan agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan. Yassierli berharap UMK dapat menjadi salah satu kampus yang memimpin adopsi teknologi sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi.
Ia juga mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak disikapi dengan sikap anti-teknologi. Menurutnya, teknologi merupakan alat yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah kehidupan manusia selama digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Yassierli bahkan membagikan pengalamannya saat masih menjadi dosen. Jika dahulu proses menulis buku bisa membutuhkan waktu sekitar dua tahun, pemanfaatan AI kini dapat membantu mempercepat proses tersebut hingga beberapa bulan. Namun, ia menegaskan gagasan, kreativitas, penilaian dan keputusan akhir tetap harus berada di tangan manusia.(*)
Laporan: Ismu
