TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Inflasi Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat 3,35 persen, sedikit berada di atas angka inflasi nasional yang mencapai 3,19 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) karena posisi inflasi Sultra mulai mendekati batas atas sasaran.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi menyampaikan kondisi tersebut dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di salah satu kafe di Kendari, Selasa malam (29/9/2026).
Edwin menjelaskan, sasaran inflasi berada pada kisaran 2,5 persen dengan deviasi plus atau minus 1 persen. Dengan posisi 3,35 persen, inflasi Sultra masih berada dalam rentang sasaran, namun sudah mendekati batas atas.
Menurut Edwin, kondisi inflasi tidak dapat dilepaskan dari dinamika perekonomian daerah. Karena itu, koordinasi antara BI, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga.
Ia menilai media juga memiliki peran penting dalam melihat sekaligus menyampaikan berbagai perkembangan ekonomi kepada masyarakat. Informasi dari wartawan, kata dia, menjadi salah satu masukan bagi BI dalam memahami kondisi wilayah.
“Rekan-rekan wartawan ini juga kami selalu dengar. Kami menganggapnya sebagai mata untuk kami, bagaimana arah pembangunan, potensi wilayah di Sulawesi Tenggara dan sebagainya,” ujar Edwin.
Di tengah tantangan tersebut, Edwin menyebut sejumlah daerah di Sultra mencatat capaian dalam pengendalian inflasi. Sultra berada pada peringkat ketiga dalam capaian tingkat provinsi, sementara sejumlah kabupaten dan kota juga memperoleh posisi dalam kategori masing-masing.
Capaian itu, menurutnya, perlu dipandang sebagai motivasi untuk mempertahankan kinerja pengendalian inflasi, sekaligus menjadi tantangan agar upaya stabilisasi harga terus diperkuat.
Edwin mengatakan, dinamika inflasi, pertumbuhan ekonomi dan berbagai perkembangan daerah menjadi bagian dari alasan BI mendorong ruang kolaborasi melalui Forum Ekonomi dan Statistik Sulawesi Tenggara (Forkestra).(*)
Laporan: Ismu
