TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan lima fokus dalam pelaksanaan Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra). Isu yang diangkat berkaitan dengan sejumlah tantangan dan peluang pembangunan di daerah.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra Edwin Permadi mengatakan, lima fokus tersebut mencakup hilirisasi, ketahanan pangan dan inflasi, konektivitas wilayah, inovasi dan tata kelola termasuk digitalisasi, serta ekonomi inklusif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penjelasan itu disampaikan Edwin dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di salah satu kafe di Kendari pada Selasa malam (29/9/2026).
Menurut Edwin, tema yang diangkat tidak terlepas dari kondisi perekonomian Sultra, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konektivitas antardaerah hingga perkembangan digitalisasi.
Konektivitas wilayah menjadi salah satu perhatian karena Sultra memiliki karakteristik geografis yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan dengan 17 kabupaten dan kota.
“Wilayah kita terdiri dari daratan dan kepulauannya, yang 17 kabupaten dan kota, ini menjadi tantangan bagi kita,” ujar Edwin.
Di sisi lain, ekonomi inklusif menjadi ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga dinilai penting agar potensi daerah dapat dikelola secara lebih optimal.
Sementara hilirisasi dan ketahanan pangan menjadi bagian dari isu ekonomi yang berkaitan langsung dengan penguatan potensi daerah dan keberlanjutan pembangunan.
Kata Edwin, pendaftaran Forkestra telah dimulai sejak Juni. Kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari kategori yang telah ditetapkan.
Rangkaian kegiatan puncak dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, dengan agenda pembukaan, penyerahan hadiah dan talkshow yang menghadirkan narasumber dari tingkat nasional.(*)
Laporan: Ismu
